Banjir Kota Tangerang
Hadapi Cuaca Ekstrem, Tangsel Aktifkan Ratusan Pompa Air
Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, menyiagakan ratusan unit mesin penyedot air banjir sebagai langkah antisipasi
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Pemkot Tangerang Selatan menyiagakan 145 rumah pompa dan enam mesin pompa portabel untuk mengantisipasi potensi banjir akibat cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
- Seluruh rumah pompa yang dibangun hingga 2025 ditempatkan di titik rawan banjir dan dipastikan dalam kondisi siap beroperasi secara otomatis.
- Warga, khususnya di sekitar DAS, diimbau tetap waspada dan tidak membuang sampah ke saluran air agar kinerja pompa tidak terganggu.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG- Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, menyiagakan ratusan unit mesin penyedot air banjir sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam sepekan ke depan.
Humas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel, Kemal Fauzi, menyebutkan hingga saat ini terdapat 145 rumah pompa yang telah dibangun dan siap dioperasikan.
“Terdapat 145 rumah pompa,” ujar Kemal Fauzi saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).
Kemal menjelaskan, pembangunan 145 rumah pompa tersebut terealisasi hingga periode Tahun Anggaran 2025. Seluruh rumah pompa itu ditempatkan di titik-titik yang selama ini dikenal rawan genangan dan banjir.
"Ada enam unit mesin portabel yang siap digunakan,” katanya.
Pemkot Tangsel, lanjut Kemal, mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS), agar meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, potensi banjir dapat terjadi sewaktu-waktu seiring intensitas hujan yang tinggi.
Kemal memastikan seluruh rumah pompa dan mesin portabel dalam kondisi baik dan siap beroperasi. Ia meminta masyarakat tidak panik jika terjadi genangan air.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Genangan air bisa lebih cepat surut karena aktivitas pompa akan berfungsi secara otomatis,” terangnya.
Di sisi lain, masyarakat diingatkan untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Sampah organik maupun anorganik dilarang dibuang ke saluran air atau sungai karena dapat menghambat kinerja mesin pompa.
“Sampah yang masuk sering kali mengganggu kinerja mesin penyedot air, sehingga proses penyedotan tidak maksimal dan justru merugikan warga sendiri,” pungkasnya. (m30)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Diguyur Hujan Deras 2 Jam, Jalan KH Hasyim Ashari Tangerang Sempat Terendam Banjir |
|
|---|
| Pemkot Kerahkan 9 Mesin Pompa Air, Banjir di Perumahan Pinang Griya Kota Tangerang Surut |
|
|---|
| Wapres Gibran Janjikan Normalisasi Kali Angke, Warga Ciledug Indah Berharap Bukan Sekedar Omon-omon |
|
|---|
| Sachrudin Tersenyum Lepas, Wapres Gibran akan Tuntaskan Masalah Banjir Ciledug dan Karang Tengah |
|
|---|
| Wapres Gibran Berbincang dengan Warga Ciledug Indah 1 yang Kediamannya Sempat Kebanjiran 1,2 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Banjir-Kota-Tangerang2.jpg)