Sabtu, 2 Mei 2026

Kesehatan

Praktisi Kesehatan Beri Tips saat Cuaca Panas Ekstrem

jika cuaca panas ekstrem ini bisa membuat imunitas tubuh menjadi kurang baik hingga menyebabkan kematian?

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Joko Supriyanto
shutterstock
ILUSTRASI CUACA PANAS - Cuaca panas ekstrem yang terjadi belakangan ini, membuat banyak masyarakat spontan melakukan berbagai cara untuk mendinginkan suhu ruang. 

Ngabila berujar, masyarakat perlu mengenali gejala awal dehidrasi, seperti mulut dan kulit terasa kering serta frekuensi buang air kecil berkurang. 

Bila sudah masuk tahap heat exhaustion, biasanya akan muncul tanda-tanda seperti pusing, pandangan kabur, kebingungan, dan disorientasi.

Kondisi yang lebih parah adalah heat stroke, ditandai dengan napas cepat, tubuh demam, hingga kehilangan kesadaran.

"Dan ketika terjadi heat stroke, biasanya kita sudah napasnya cepat, lalu juga tubuh kita demam, lalu juga kita menjadi tidak sadarkan diri, akhirnya bisa henti napas, henti jantung, dan meninggal dalam hitungan menit sampai dengan jam," jelasnya.

Jika seseorang mengalami dehidrasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera minum air, berpindah ke tempat yang sejuk, dan mendinginkan tubuh. 

Untuk penderita heat exhaustion, bisa dibawa ke ruangan ber-AC atau tempat teduh, sirami tubuh dengan air dingin, dan kompres dengan es batu di area seperti ketiak, leher, kepala, atau selangkangan. Setelah itu, pasang infus dan segera rujuk ke rumah sakit.

“Jika sudah sampai tahap heat stroke, penanganan harus dilakukan dengan cepat, termasuk memberikan bantuan hidup dasar bila terjadi henti jantung atau henti napas,” jelasnya.

Di akhir, Ngabila menekankan jika pencegahan menjadi kunci utama. Dengan mengikuti tips yang diberikan, dia optimis masyarakat bisa sehat selama cuaca ekstrem terjadi. (m40)

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved