Jumat, 12 Juni 2026

IDI Banten Komit Dukung Pemerintah, Siap Kawal Pemerataan Layanan Kesehatan

Kami adalah organisasi profesi dokter, sudah sepatutnya kami mendukung program-program kesehatan yang dijalankan pemerintah

Tayang:
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
(Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico)
PELANTIKAN IDI BANTEN- Ketua IDI Banten terpilih, Mohamad Rifki. Mohamad Rifki menegaskan komitmen organisasi untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Dinas Kesehatan, dalam upaya memajukan layanan kesehatan di seluruh wilayah provinsi. (Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERANG- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Banten resmi melantik kepengurusan baru masa bakti 2025–2028 di Pendopo Gubernur Banten, Serang, Kota Serang, Rabu (22/10/2025). 

Ketua IDI Banten terpilih, Mohamad Rifki menegaskan komitmen organisasi untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Dinas Kesehatan, dalam upaya memajukan layanan kesehatan di seluruh wilayah provinsi.

"Kami adalah organisasi profesi dokter, sudah sepatutnya kami mendukung program-program kesehatan yang dijalankan pemerintah. Salah satu fokus kami adalah memastikan bahwa pelayanan dokter tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Tangerang saja, tapi juga merata hingga ke seluruh pelosok Banten," ujar Mohamad Rifki, Serang, Tangsel, Rabu (22/10/2025).

Pada momen ini, Mohamad Rifki mengatakan IDI Banten saat ini memiliki 34 perhimpunan dokter spesialis yang masuk dalam struktur kepengurusan dan akan menjadi ujung tombak dalam membantu pengadaan tenaga dokter spesialis di daerah-daerah yang masih kekurangan.

"Kami akan bekerja sama erat dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi dokter lebih adil. Kami juga mendorong adanya penghargaan dan insentif bagi para dokter yang bersedia mengabdi di daerah terpencil," tambahnya.

Terkait anggaran, IDI Banten mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Banten yang selama ini dinilai sudah cukup memadai.

“Anggaran sudah bukan masalah utama. Tinggal bagaimana semua pihak bergerak dan menjalankan rencana yang ada,” ujarnya.

Selain itu, Mohamad Rifki mengungkapakan IDI Banten memberikan perhatian khusus pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan kedokteran. 

Ia mendorong Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), sebagai perguruan tinggi negeri di Banten, untuk segera mengembangkan program pendidikan dokter spesialis.

"Target jangka panjang kami adalah agar Banten bisa memproduksi dokter spesialis sendiri. Jika lulusan dokter spesialis berasal dari Banten, maka akan lebih mudah bagi kita menggerakkan mereka untuk mengabdi di daerah-daerah yang membutuhkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti menegaskan program prioritas Gubernur Banten adalah meningkatkan kapasitas sekaligus pemerataan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, di seluruh wilayah provinsi.

“Salah satu turunan program prioritas Bapak Gubernur, Andra Soni adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kapasitas sekaligus sebaran para dokter, terutama dokter spesialis. Ini menjadi pekerjaan bersama,” ujar Ati Pramudji.

Saat ini, lanjut Ati, Banten memiliki lima fakultas kedokteran yang sedang berbenah untuk menyiapkan program pendidikan dokter spesialis (PPDS). 

Ia mengklaim ini sebagai langkah konkret telah dilakukan melalui kolaborasi antar dekan yang sedang melakukan roadshow untuk memperkuat kesiapan institusi dalam membuka program spesialisasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved