Isi Buku Gibran’s Black Paper yang Segera Dirilis Roy Suryo, Rismon dan Dokter Tifa November 2025
Gibran saat ini adalah Wapres RI ke-8. Adapun judul buku yang diterbitkan Roy tentang Gibran berjudul Gibran’s Black Paper
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA- Setelah meluncurkan buku Jokowi’s White Paper, Roy Suryo bersama Rismon dan dokter Tifauzia akan kembali meluncurkan buku baru.
Tak jauh-jauh dari Jokowi, buku terbaru ini masih ada hubungan dengan presiden ke-7 RI Joko Widodo. Kali ini Roy Suryo Cs berencana merilis buku baru tentang Gibran Rakabuming Raka.
Gibran saat ini adalah Wapres RI ke-8. Adapun judul buku yang diterbitkan Roy tentang Gibran berjudul Gibran’s Black Paper. Adapun buku ini membahas tentang riwayat pendidikan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Infromasi itu disampaikan saat mereka bersama pakar hukum tata negara, Refly Harun, menemui pimpinan DPD RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Gibran diketahui pernah menempuh pendidikan di Orchid Park Secondary School, Singapura, pada 2002–2004, kemudian melanjutkan ke UTS Insearch Sydney, Australia, pada 2004–2007. Keduanya merupakan sekolah setingkat SMA.
Roy Suryo menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelitian mereka, Gibran disebut tidak memiliki ijazah SMA atau sederajat.
“Hari ini kami sampaikan perkembangan bahwa Wakil Presiden kita, Gibran, ternyata tidak memiliki ijazah SMA, SMK, atau sederajat lainnya. Ini jelas melanggar aturan yang ada,” ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Kompas TV.
Sementara itu, dokter Tifauzia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun buku Gibran’s Black Paper yang dijadwalkan rilis pada November 2025. Buku tersebut akan berisi hasil penelitian mengenai riwayat pendidikan Gibran.
“Saat ini kami sedang melakukan penelitian paralel terkait riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka. Insyaallah November 2025 akan kami rilis buku berjudul Gibran’s Black Paper,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa buku tersebut akan menjadi bahan untuk mendorong proses pemakzulan terhadap Gibran. “Kami akan mendorong agar hasil penelitian kami dalam bentuk buku Gibran’s Black Paper menjadi alat bukti untuk memakzulkan Gibran,” jelasnya.
Dokter Tifauzia juga menyebut buku itu akan memuat data primer yang telah dikumpulkan serta analisis hukum dari Refly Harun agar kajiannya lebih lengkap. “Data primer sudah kami kumpulkan, metodologi riset dilakukan melalui empat bidang, dan nantinya akan disertai telaah hukum dari Pak Dr. Refly Harun,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 18 Agustus 2025, Roy Suryo Cs meluncurkan Jokowi’s White Paper yang membahas keabsahan ijazah Jokowi.
Buku tersebut memuat analisis digital forensik oleh Rismon serta kajian berbasis behavioral neuroscience oleh dokter Tifauzia yang dikaitkan dengan dinamika politik seputar dugaan ijazah palsu.
Hingga kini, Gibran belum memberikan tanggapan terkait polemik ijazahnya. Kasus tersebut masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan telah masuk ke tahap sidang pokok perkara.
Namun, sidang terbaru kembali ditunda hingga pekan depan karena keberatan yang diajukan penggugat terhadap bertambahnya kuasa hukum KPU sebagai tergugat kedua.
| Dituding Rismon Sianipar Terima Rp5 Miliar dari JK, Roy Suryo: Tak Seperak Pun Kami Terima |
|
|---|
| Kata-kata Jusuf Kalla Usai Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri |
|
|---|
| Hari Ini, Jusuf Kalla Datangi Bareskrim untuk Laporkan Rismon Sianipar |
|
|---|
| Awal Mula Perkara Jusuf Kalla dan Rismon Sianipar di Kasus Ijazah Jokowi hingga Laporan ke Bareskrim |
|
|---|
| Rismon Sianipar Dibela Kuasa Hukum Setelah Dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Jusuf Kalla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/roy-suryo3.jpg)