Selasa, 12 Mei 2026

Universitas Indonesia

Prof Heri Hermansyah Tegaskan Indonesia–Tionghoa Wajib Berkolaborasi di Era Transformasi Global

Rektor UI Prof Heri Hermansyah Tegaskan Indonesia–Tionghoa Wajib Berkolaborasi di Era Transformasi Global

Tayang:
Editor: Dodi Hasanuddin
Tribunnews.com
REKTOR UI PAPARAN - Prof Heri membawakan pemaparan bertajuk “75th Years Anniversary of Indonesia-China Strengthening Partnership by Strategic Triple Helix Collaborations.” 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah, tampil sebagai pembicara pembuka dalam Southeast Asia Forum 2025 di Guangzhou, Tiongkok.

Forum internasional yang digelar pada 15–16 November itu mempertemukan 300 pemimpin dari pemerintah, akademisi, dan industri, serta hampir 20.000 penonton daring dari seluruh Asia Tenggara.

Pada kesempatan tersebut, Prof Heri membawakan pemaparan bertajuk “75th Years Anniversary of Indonesia-China Strengthening Partnership by Strategic Triple Helix Collaborations.”

Baca juga: Prof Heri Hermansyah Guncang Panggung Global! UI Resmi Gaet Tsinghua untuk Revolusi Riset Indonesia

Melalui panggung prestisius ini, ia menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Tiongkok memasuki fase strategis yang membutuhkan kolaborasi lebih kuat dan terarah.

Indonesia–China: Sinergi Raksasa yang Belum Digali Sepenuhnya

Dalam paparannya, Prof Heri Hermansyah menyoroti keunggulan masing-masing negara.
Indonesia, dengan populasi muda dan sumber daya alam berlimpah, menjadi pasar dan basis produksi masa depan.

Sementara China telah membuktikan keunggulannya dalam teknologi 5G, kecerdasan artifisial, kendaraan listrik, dan energi hijau.

“Perjalanan pembangunan Tiongkok menawarkan banyak pelajaran berharga bagi Indonesia,” ujar Prof Heri.

Baca juga: Prof Heri Hermansyah: Kerja Sama dengan Peking University Bikin UI Jadi Universitas Berkelas Dunia

Menurutnya, sinergi potensi Indonesia dan kekuatan teknologi China dapat menjadi akselerator transformasi industri kedua negara.

Triple Helix Jadi Fondasi Kemitraan Masa Depan

Prof Heri menegaskan bahwa kemitraan yang efektif hanya bisa dibangun melalui model triple helix yang melibatkan pemerintah, industri, dan universitas.

Pemerintah menyediakan kebijakan dan ekosistem kondusif, Industri mendorong investasi dan komersialisasi teknologi, Universitas menjadi pusat riset, inovasi, dan pengembangan SDM.

Ia mencontohkan keberhasilan China melalui kolaborasi Huawei–Tsinghua University yang didukung penuh pemerintah, sehingga mempercepat transfer teknologi dan memperkuat ekosistem inovasi nasional.

Peran UI: Mesin Inovasi dan Penghasil Talenta Masa Depan

Sebagai universitas riset terkemuka, UI memegang peran strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia–China.

“UI telah membangun beragam kerja sama strategis dengan universitas terkemuka di China, yang tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga meningkatkan ekosistem inovasi,” jelas Prof Heri.

Baca juga: Rektor UI Sampaikan Catatan Penting dalam Forum Rektor Universitas BRICS di Brasil

Kolaborasi itu mencakup riset multidisiplin, penguatan kualitas pembelajaran, transfer teknologi kepada industri, hingga rekomendasi kebijakan berbasis riset.

Semua ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kemitraan akademik dan industri yang lebih produktif di masa depan.

Forum Asia Tenggara Soroti Transformasi Regional

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved