Jumat, 12 Juni 2026

Berita Jakarta

Respons Wagub Rano Karno Soal Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia Versi PBB

Menurutnya, angka tersebut berbeda jauh dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut jumlah penduduk resmi Jakarta adalah sekitar 11 juta jiwa.

Tayang:
Warta Kota/Yulianto
KAWASAN HBKB - Warga berolahraga saat hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (28/9/2025). Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan pemetaan titik-titik strategis untuk pelaksanaan Car Free Day atau HBKB di lima wilayah administrasi yang didasarkan pada data kualitas udara sebagai upaya pengendalian polusi udara di ibu kota. Warta Kota/Yulianto 

TRIBUNTANGERANG.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menobatkan Jakarta sebagai kota atau kawasan metropolitan terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk, menggeser posisi Tokyo. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno buka suara terkait hal itu.

Dia mengaku terkejut dengan laporan tersebut. Menurutnya, angka tersebut berbeda jauh dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut jumlah penduduk resmi Jakarta adalah sekitar 11 juta jiwa.

“Tiba-tiba populasi Jakarta sampai 41 juta kan? Wow, kita juga terkejut. Data BPS kita kan Jakarta itu 11 juta,” ungkap Rano di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2025).

Meski terkejut, Rano mengatakan laporan tersebut mengindikasikan bahwa Jakarta masih menjadi pusat pergerakan penduduk dan ekonomi di wilayah Jabodetabek.

“Tapi itu mengindikasikan bahwa Jakarta menjadi ujung tombak dari pembangunan kependudukan di wilayah Jabodetabek ini,” ungkap Rano.

Rano membeberkan, angka besar itu muncul karena PBB menghitung wilayah aglomerasi Jabodetabek.

Dia mengatakan, penduduk dari Depok, Bekasi, dan Bogor yang beraktivitas harian di Jakarta ikut masuk dalam perhitungan populasi.

“Jujur kita juga agak confuse (bingung) ya. Mungkin Jakarta dihitung menjadi bagian dari kota aglomerasi. Karena dihitung ini kan Depok, Bekasi, kemudian Bogor,” jelas orang nomor dua di Jakarta itu.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menjelaskan bahwa angka 42 juta tersebut bukan merujuk pada jumlah penduduk ber-KTP Jakarta.

Angka itu menggambarkan total orang yang beraktivitas dan melakukan mobilitas harian di Jakarta serta daerah penyangganya.

"Jumlahnya mencapai 42 juta jiwa yang dihitung berdasarkan aktivitas harian, bukan penduduk resmi," kata Chico saat dikonfirmasi Wartakotalive.com.

Dia mengungkap, sumber data PBB dalam dokumen World Urbaization Prospect 2025 yang memposisikan Jakarta urutan pertama kota paling padat di dunia berasal dari lembaga internasional, estimasi metropolitan, dan data mobilitas.

"Sifat datanya adalah De facto, yaitu berdasarkan siapa saja yang berada atau beraktivitas di area Jakarta," jelas Chico.

Dia menyebut, jumlah 42 juta penduduk di Jakarta dianggap secara fungsional atau penggambaran urbanisasi di kota megapolitan.

Chico menjelaskan, angka ini mengukur orang yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta, termasuk yang tinggal di pinggiran atau kota penyangga.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved