Kamis, 23 April 2026

Kebakaran Gedung Terra Drone

Dimiliki Perusahaan Asal Jepang tapi Gedung PT Terra Drone Tak Punya APAR dan Jalur Evakuasi

Kebakaran hebat melanda kantor PT Terra Drone di Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 12.40 WIB.

Editor: Joseph Wesly
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
TAK PUNYA APAR- Kantor PT Terra Drone, Cempaka Putih Utara, Kemayoran, Jakarta Pusat terbakar, Selasa (9/12/2025). Sebanyak 22 orang tewas karena kebakaran itu. Gubernur DKI Pramono Anung menyayangkan gedung tak punya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan jalur evakuasi. 

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran di kantor PT Terra Drone menewaskan 22 orang, sementara gedung enam lantai tersebut tidak memiliki APAR dan jalur evakuasi.
  • Terra Drone Indonesia merupakan bagian dari Terra Drone Corporation berbasis di Jepang yang beroperasi di lebih dari 25 negara di bidang layanan drone.
  • Korban diduga meninggal akibat kehabisan oksigen karena terjebak di lantai 3 sampai 5, dan penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor Polri.

 

TRIBUNTANGERANG.COM, KEMAYORAN- Kebakaran hebat melanda kantor PT Terra Drone di Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 12.40 WIB.

Api dengan cepat membesar di dalam gedung enam lantai tersebut. Tim pemadam baru tiba di lokasi sekitar sepuluh menit setelah kejadian.

Insiden ini menelan 22 korban jiwa, termasuk satu korban yang tengah mengandung. Temuan awal menyebut para korban diduga meninggal akibat kehabisan oksigen saat terjebak di dalam gedung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan mendalam dari Puslabfor Polri.

Profil Terra Drone Indonesia, Bagian dari Jaringan Drone Global Berbasis Jepang

PT Terra Drone Indonesia merupakan bagian dari Terra Drone Corporation, perusahaan induk berbasis di Jepang yang dikenal sebagai penyedia layanan drone global.

Terra Drone beroperasi di lebih dari 25 negara dan pernah dinominasikan sebagai penyedia jasa UAV nomor satu di dunia pada tahun 2020.

Di Indonesia, perusahaan ini bergerak di bidang pemetaan, inspeksi, pemodelan, dan pemantauan udara menggunakan drone. Layanan mereka banyak digunakan di sektor konstruksi, pertambangan, migas, perkebunan hingga utilitas.

Cikal bakal perusahaan ini dimulai pada 2015 melalui AeroInspect & Drone Van Java, sebelum kemudian berkembang menjadi PT Aero Geosurvey Indonesia pada 2016.

Pada 2019, setelah mendapat investasi dari Terra Drone Corporation, perusahaan resmi mengusung nama PT Terra Drone Indonesia dan menjadi bagian dari jaringan global Terra Drone.

Terra Drone Indonesia mencatat pengalaman survei udara lebih dari 600.000 hektare dan ribuan kilometer jalur koridor di industri migas, konstruksi, dan pertambangan.

Ironi Gedung 6 Lantai Tanpa APAR dan Jalur Evakuasi

Meski berada di bawah perusahaan teknologi global yang berbasis di Jepang, kondisi gedung PT Terra Drone di Kemayoran justru memprihatinkan.

Pj Wali Kota Jakarta Pusat, Pramono, mengungkapkan kekecewaannya saat meninjau lokasi. Ia menegaskan bahwa gedung enam lantai seharusnya dilengkapi peralatan keselamatan dasar, seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan jalur evakuasi.

Namun, hasil peninjauan menunjukkan fasilitas itu sama sekali tidak tersedia.

“Gedung seperti ini seharusnya memiliki jalur evakuasi dan alat pemadam. Tetapi untuk kasus ini, mereka tidak mempersiapkan sama sekali,” ujar Pramono.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved