Jumat, 17 April 2026

Natal dan Tahun Baru

Kemenko Perekonomian Usulkan WFA 29–31 Desember 2025, Libur Nataru Berpotensi Lebih Panjang

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengusulkan penerapan work from anywhere (WFA) pada 29, 30, dan 31 Desember 2025

Editor: Joseph Wesly
Instagram/Shutterstock
WFA NATARU 2025- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan agar pada tanggal 29-31 Desember 2025, pekerja di Indonesia dapat bekerja dari mana saja alias work from anywhere (WFA). 

Ringkasan Berita:
  • Kemenko Perekonomian mengusulkan WFA 29–31 Desember 2025; Menko Airlangga Hartarto menyampaikannya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung libur Nataru.
  • Periode Nataru diproyeksikan melibatkan 119,5 juta perjalanan dengan potensi perputaran uang Rp107,5 triliun, menurut data Kementerian Perhubungan yang disampaikan Kadin Indonesia.
  • Usulan WFA dinilai mendorong mobilitas dan sektor usaha selama Nataru, namun masih menunggu keputusan pemerintah.

 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA- Waktu liburan bersama keluarga merayakan natal dan tahun baru di 2025 dimungkinkan lebih panjang.

Selain cuti bersama yang jatuh pada 25-26 Desember 2025, masyarakat dimungkinkan menikmati waktu yang lebih panjang bersama keluarga merayakan natal dan juga tahun baru.

Pasalnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengusulkan penerapan work from anywhere (WFA) pada 29, 30, dan 31 Desember 2025. 

Usulan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

WFA dinilai dapat mendukung mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.

Alasan Usulan WFA Akhir Desember

Airlangga menjelaskan, tanggal 29–31 Desember berada di antara hari libur. Dengan skema WFA, pekerja tetap dapat menjalankan tugas tanpa harus hadir secara fisik di kantor, sehingga mobilitas keluarga tidak tertahan.

“Karena ada tanggal 29, 30, dan 31 yang di antara libur, kami usulkan work from anywhere,” kata Airlangga dalam sidang tersebut.

Data Perjalanan Masyarakat Saat Nataru

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menyampaikan data dari Kementerian Perhubungan.

Berdasarkan data tersebut, sekitar 42,01 persen penduduk Indonesia atau setara 119,5 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan selama periode Nataru.

Proyeksi Perputaran Uang Rp107,5 Triliun

Sarman menyebutkan, dari pergerakan masyarakat tersebut, perputaran uang selama Nataru diproyeksikan mencapai sekitar Rp107,5 triliun.

Proyeksi ini didasarkan pada asumsi sekitar 29,87 juta keluarga bepergian, dengan rata-rata belanja Rp3,6 juta per keluarga.

Rata-rata belanja per keluarga tercatat meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Stimulus Transportasi Selama Nataru

Arus perjalanan dan belanja masyarakat turut didukung oleh sejumlah stimulus pemerintah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved