Natal dan Tahun Baru
Sejarah Pohon Natal hingga Menyebar ke Seluruh Dunia
Pohon Natal kini identik dengan perayaan Natal di berbagai belahan dunia
Ringkasan Berita:
- Tradisi pohon Natal berawal dari kebiasaan bangsa Eropa kuno yang memuja pohon hijau abadi sebagai simbol kehidupan dan harapan saat musim dingin.
- Pada abad ke-16 di Jerman, pohon Natal mulai diadopsi dalam tradisi Kristen, lalu menyebar ke Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat hingga populer luas.
- Seiring waktu, hiasan dan bentuk pohon Natal berkembang, menjadikannya simbol global perayaan Natal, kebersamaan, dan sukacita.
TRIBUNTANGERANG.COM- Pohon Natal kini identik dengan perayaan Natal di berbagai belahan dunia.
Tradisi menghias pohon cemara dengan lampu, ornamen, dan bintang di puncaknya telah menjadi simbol yang melekat pada momen kelahiran Yesus Kristus.
Namun, tradisi ini memiliki perjalanan sejarah panjang sebelum dikenal secara luas seperti sekarang.
Berawal dari Tradisi Bangsa Eropa Kuno
Sejarah pohon Natal bermula jauh sebelum agama Kristen berkembang di Eropa.
Bangsa-bangsa Eropa kuno, terutama di wilayah Jerman dan Skandinavia, telah lama memuja pohon hijau abadi seperti cemara dan pinus.
Pada musim dingin, pohon hijau dianggap sebagai simbol kehidupan, harapan, dan ketahanan di tengah cuaca ekstrem.
Bangsa Romawi kuno, misalnya, menggunakan tanaman hijau untuk menghias rumah saat perayaan Saturnalia, sebuah festival musim dingin.
Masuk ke Tradisi Kristen di Jerman
Tradisi pohon Natal mulai dikaitkan dengan perayaan Natal pada abad ke-16 di wilayah Jerman.
Umat Kristen di sana mulai membawa pohon cemara ke dalam rumah dan menghiasnya sebagai bagian dari perayaan kelahiran Yesus Kristus.
Salah satu kisah populer menyebutkan tokoh reformasi Gereja, Martin Luther, sebagai orang yang pertama kali menambahkan lilin di pohon Natal.
Ia terinspirasi oleh pemandangan bintang-bintang yang bersinar di langit malam di antara pepohonan.
Penyebaran ke Eropa dan Inggris
Dari Jerman, tradisi pohon Natal menyebar ke berbagai negara Eropa. Namun, tradisi ini belum langsung diterima secara luas.
Di Inggris, pohon Natal baru populer pada abad ke-19 setelah Ratu Victoria dan Pangeran Albert, yang berasal dari Jerman, memperkenalkan tradisi tersebut di lingkungan kerajaan.
Publikasi gambar keluarga kerajaan Inggris dengan pohon Natal membuat tradisi ini cepat diadopsi oleh masyarakat.
Masuk ke Amerika Serikat
| Pos Ramah Ibu dan Anak Hadir di Terminal 1–3 Bandara Soetta Selama Periode Nataru |
|
|---|
| Ditlantas Metro Siapkan Contra Flow hingga Penyekatan Tol Saat Arus Balik Nataru, Cek Lokasinya! |
|
|---|
| Mohamed Salah Tak Kapok Ucap Selamat Natal Meski Tiap Tahun Tuai Kritik |
|
|---|
| Libur Nataru, Pengunjung Hotel di Tangsel Tak Seramai Bogor dan Bandung |
|
|---|
| Rekomendasi Lokasi Gratis di Jakarta untuk Habiskan Malam Tahun Baru, Tetap Seru Tanpa Kembang Api |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/pohon-natal2.jpg)