Jumat, 12 Juni 2026

Natal dan Tahun Baru

Sejarah Pohon Natal hingga Menyebar ke Seluruh Dunia

Pohon Natal kini identik dengan perayaan Natal di berbagai belahan dunia

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Joseph Wesly
shutterstock/Tribun
SEJARAH POHON NATAL- Pohon Natal kini identik dengan perayaan Natal di berbagai belahan dunia. Namun, tradisi ini memiliki perjalanan sejarah panjang sebelum dikenal secara luas seperti sekarang. 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi pohon Natal berawal dari kebiasaan bangsa Eropa kuno yang memuja pohon hijau abadi sebagai simbol kehidupan dan harapan saat musim dingin.
  • Pada abad ke-16 di Jerman, pohon Natal mulai diadopsi dalam tradisi Kristen, lalu menyebar ke Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat hingga populer luas.
  • Seiring waktu, hiasan dan bentuk pohon Natal berkembang, menjadikannya simbol global perayaan Natal, kebersamaan, dan sukacita.

 

TRIBUNTANGERANG.COM- Pohon Natal kini identik dengan perayaan Natal di berbagai belahan dunia.

Tradisi menghias pohon cemara dengan lampu, ornamen, dan bintang di puncaknya telah menjadi simbol yang melekat pada momen kelahiran Yesus Kristus. 

Namun, tradisi ini memiliki perjalanan sejarah panjang sebelum dikenal secara luas seperti sekarang.

Berawal dari Tradisi Bangsa Eropa Kuno

Sejarah pohon Natal bermula jauh sebelum agama Kristen berkembang di Eropa.

Bangsa-bangsa Eropa kuno, terutama di wilayah Jerman dan Skandinavia, telah lama memuja pohon hijau abadi seperti cemara dan pinus.

Pada musim dingin, pohon hijau dianggap sebagai simbol kehidupan, harapan, dan ketahanan di tengah cuaca ekstrem.

Bangsa Romawi kuno, misalnya, menggunakan tanaman hijau untuk menghias rumah saat perayaan Saturnalia, sebuah festival musim dingin.

Masuk ke Tradisi Kristen di Jerman

Tradisi pohon Natal mulai dikaitkan dengan perayaan Natal pada abad ke-16 di wilayah Jerman.

Umat Kristen di sana mulai membawa pohon cemara ke dalam rumah dan menghiasnya sebagai bagian dari perayaan kelahiran Yesus Kristus.

Salah satu kisah populer menyebutkan tokoh reformasi Gereja, Martin Luther, sebagai orang yang pertama kali menambahkan lilin di pohon Natal.

Ia terinspirasi oleh pemandangan bintang-bintang yang bersinar di langit malam di antara pepohonan.

Penyebaran ke Eropa dan Inggris

Dari Jerman, tradisi pohon Natal menyebar ke berbagai negara Eropa. Namun, tradisi ini belum langsung diterima secara luas.

Di Inggris, pohon Natal baru populer pada abad ke-19 setelah Ratu Victoria dan Pangeran Albert, yang berasal dari Jerman, memperkenalkan tradisi tersebut di lingkungan kerajaan.

Publikasi gambar keluarga kerajaan Inggris dengan pohon Natal membuat tradisi ini cepat diadopsi oleh masyarakat.

Masuk ke Amerika Serikat

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved