Rabu, 15 April 2026

Mayoritas Dialami Anak dan Perempuan, 62 Orang Indonesia Terdeteksi Superflu

Sebanyak 62 orang Indonesia menderita superflu atau influenza A(H3N2) subclade K. Meski mendapatkan predikat Superflu

Editor: Joseph Wesly
Shutterstock
SUPER FLU DI INDONESIA- Sebanyak 62 orang Indonesia menderita superflu atau influenza A(H3N2) subclade K. Meski mendapatkan predikat Superflu namun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memastikan superflu di Indonesia tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan varian influenza lainnya. 

Ringkasan Berita:
  • Kemenkes RI memastikan influenza A(H3N2) subclade K atau superflu tidak lebih parah dari flu musiman, dengan gejala umum seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan.
  • Di Indonesia terdeteksi 62 kasus superflu yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, serta mayoritas dialami anak-anak dan perempuan.
  • Seluruh varian yang ditemukan masih termasuk varian global yang dipantau WHO.

 

TRIBUNTANTANGERANG.COM- Sebanyak 62 orang Indonesia menderita superflu atau influenza A(H3N2) subclade K.

Meski mendapatkan predikat Superflu namun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memastikan superflu di Indonesia tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan varian influenza lainnya.

Bahkan tingkat keparahan Superlu disandingkan dengan  flu musiman yang kerap dialami warga.

Selain itu, hingga akhir Desember 2025, situasi influenza nasional dinilai masih dalam kondisi terkendali.

Tak Lebih Parah dari Flu Musiman

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan penilaian tersebut merujuk pada evaluasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta data epidemiologi yang tersedia.

Menurutnya, subclade K tidak memicu peningkatan risiko sakit berat. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Tren Global Dipengaruhi Musim Dingin

Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring masuknya musim dingin.

Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Kasus di Asia Justru Menurun

Di kawasan Asia, subclade K telah ditemukan di sejumlah negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.

Meski influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus di negara-negara tersebut tercatat mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

Situasi Indonesia: 62 Kasus di Delapan Provinsi

Di Indonesia, hasil surveilans menunjukkan influenza A(H3) juga menjadi varian yang paling banyak ditemukan.

Kemenkes mencatat tren kasus influenza nasional menurun dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI.

Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi.

Mayoritas Menyerang Anak dan Perempuan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved