Berita Jakarta
Karyawan Ruko MMD Pademangan Demo Lagi, Ini yang Disampaikan
Ratusan karyawan dari sejumlah ruko meluapkan aksi protes di depan pintu gerbang pagar ruko Marinatama Mangga Dua
TRIBUNTANGERANG.COM - Ratusan karyawan dari sejumlah ruko meluapkan aksi protes di depan pintu gerbang pagar ruko Marinatama Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara pada Senin, 5 Januari 2026.
Mereka juga memasang spanduk bertuliskan "Mohon dengarkan suara kami nasib rakyat kecil, yang selalu jadi korban kebijakan yang tidak memihak" di gerbang pagar pintu masuk ruko.
Luapan protes tersebut lantaran para pekerja dan warga pemilik ruko tidak dapat masuk ke dalam tempat kerjanya, setelah pihak pengelola ruko dibawah naungan Inkopal menggembok pintu pagar akses masuk.
Menurut AY, salah satu pekerja yang ikut aksi protes, dirinya terkejut ketika hendak bekerja di kantornya pada Senin pagi, 5 Januari.
Saat tiba di lokasi, AY tak bisa masuk ke dalam tempat kerjanya lantaran pintu pagar digembok.
"Pengennya dibuka lagi, kayak gini susah. Kita cari makan untuk keluarga juga. Harapannya dibuka kembali," ujar AY kepada wartawan di lokasi.
AY mengaku jika kondisi penggembokan ini terus berlanjut maka dirinya sebagai rakyat kecil yang menjadi korban.
"Kita bisa makan dari pekerjaan ini, kalau kayak gini namanya menyengsarakan manusia miskin. Pengangguran bisa bertambah," sesalnya.
Aksi unjukrasa ini diisi teriakan aspirasi kepada pengelola kawasan dan petugas keamanan, Polri dan TNI yang berada di lokasi.
Hal senada juga dikatakan KI, karyawati perusahaan lainnya. Menurut KI, upaya penggembokan sepihak dilakukan pihak pengelola sejak hari Minggu kemarin.
"Awalnya air dulu dimatikan baru ditempelin stiker bahwa ruko ini harus dikosongkan. Kemudian penyegelan gembok di ruko kita pada hari Minggu, pada saat kita libur mereka bertindak sendiri tanpa menginfokan. Baru kita hari ini menyuarakan suara," ucapnya.
Sementara itu, kuasa hukum warga, Subali mengatakan, hasil audiensi atau mediasi antara warga dan pengelola.
"Pertemuan mediasi dari pihak pemerintah yakni Menhan dan Angkatan Laut, diwakili oleh Kolonel Soni. Terus ada pengelola MMD, Mayor Edy. Sementara dari pihak warga, diwakili oleh saya sendiri dan Pak Wisnu sebagai kepala paguyuban serta pembina Pak Robet," ujarnya.
Sementara, proses hukum di PTUN Jakarta tetap berjalan. Menurut Subali dari pihak Menhan mengaku bahwa mereka tidak akan mengintervensi terkait permasalahan tersebut.
"Terkait adanya penggembokan disini, itu warga boleh diizinkan untuk mengambil barang sewaktu waktu yang ada di tokonya dengan koordinasi izin sama pengelola di situ. Tadi sudah disepakati itu," ujarnya.
| Dua Pria Viral yang Memalak Pengedara Plat D di Tanah Abang Akhirnya Ditangkap |
|
|---|
| Kronologi Balik Mobil Listrik BYD Masuk Kolam Bundaran HI, Ini Penjelasan Polisi |
|
|---|
| Penjelasan Polisi Soal Wanita yang Diamankan di Depan Istana Merdeka |
|
|---|
| Isi Surat Bocah 12 Tahun yang Tinggalkan Adik Bayi di Pejaten, Ibu Meninggal Saat Melahirkan |
|
|---|
| Aiptu Ikhwan Aktif Lagi Usai Kasus Pedagang Es Gabus Kemayoran, Propam Pastikan Tak Ada Kekerasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Demo-44667.jpg)