Jumat, 29 Mei 2026

Gudang Pestisida di Taman Tekno Tangsel Terbakar, Kaca Pecah Asap Mengepul

Sebuah gudang penyimpanan pestisida di kawasan Taman Tekno, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten dilalap api Senin (9/2/2026) dini hari. 

Tayang: | Diperbarui:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
KEBAKARAN - Gudang pestisida di Serpong masih berdiri meski kaca jebol, asap mengepul, dan pemadam harus menyelipkan selang ke dalam area terbakar (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Sebuah gudang penyimpanan pestisida di kawasan Taman Tekno, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten dilalap api Senin (9/2/2026) dini hari. 

Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan karena api belum sepenuhnya padam.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 04.30 WIB.

“Kebakaran terjadi jam 4.30 WIB dan pasukan kita langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Omay saat dikonfirmasi Senin (9/2/2026).

Dalam upaya pemadaman, sebanyak 14 mobil pemadam dan 70 personel dikerahkan, termasuk dua unit dari wilayah BSD serta dua unit tangki penyuplai air.

“Unit kita ada 14 unit, dari BSD dua unit dan ditambah tangki penyuplai dua unit,” kata Omay.

Menurut Omay, objek yang terbakar merupakan satu gudang kimia yang digunakan untuk penyimpanan pestisida. 

Kondisi ini membuat petugas kesulitan memadamkan api dengan cepat karena sifat bahan kimia yang mudah terbakar dan berisiko menimbulkan bahaya tambahan.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 2 miliar, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Yang kebakaran itu gudang pestisida. Untuk penyebabnya sampai sekarang belum diketahui dan masih dalam penyidikan,” ucap Omay.

Sementara itu, Danton Dinas Pemadam Kebakaran Tangsel, Sahroni, menambahkan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena material yang terbakar merupakan bahan kimia berbahaya.

“Bahan yang terbakar itu pestisida, bahan kimia. Asapnya tebal dan beracun, sehingga petugas tidak bisa langsung mendekat,” jelas Sahroni.

Selain itu, sebagian pestisida dikemas dalam kaleng, yang berpotensi menimbulkan letupan saat terpapar panas tinggi. Dengan kondisi tersebut, pemadaman harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah risiko cedera.

“Kaleng pestisida kalau panas bisa menimbulkan letusan. Bukan ledakan besar, tapi tetap berbahaya, makanya pemadaman dilakukan pelan-pelan,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved