Rabu, 20 Mei 2026

Berita Daerah

Respons Gubernur Dedi Mulyadi Soal Ada Warganya yang Tewas Dipukuli Karena Curi Labu Siam

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi akhirnya memberikan respons perihal kasus kematian seorang pria paruh baya yang tewas dipukuli karena curi labu siam.

Tayang:
Editor: Joko Supriyanto
(TribunJabar.id/Dian Herdiansyah)
GUBERNUR JABAR- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat diwawancarai di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025). Dedi Mulyadi langsung turun tangan mengusut kasus kematian seorang warga di Cianjur yang diduga tewas setelah dianiaya hanya karena mencuri dua buah labu siam. (TribunJabar.id/Dian Herdiansyah) 

TRIBUNTANGERANG.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya memberikan respons perihal kasus kematian seorang pria paruh baya yang tewas dipukuli karena curi labu siam.

Dedi Mulyadi langsung turun tangan mengusut kasus kematian seorang warga di Cianjur yang diduga tewas setelah dianiaya hanya karena mencuri dua buah labu siam.

Peristiwa tragis ini memicu perhatian publik setelah terungkap bahwa korban sempat mengalami luka parah namun tidak segera mendapat pertolongan medis.

Dedi Mulyadi pun langsung memanggil perangkat desa setempat untuk menelusuri kronologi kejadian serta mengevaluasi dugaan kelalaian aparat lingkungan dalam menangani korban sebelum meninggal dunia.

Mereka yang dipanggil adalah ketua RT, kepala dusun, kepala desa dan adik korban bernama Cucum Suhendar.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi bertanya apakah Cucum melaporkan peristiwa itu ke RT setempat. Cucum pun menjawab tidak.

"Enggak lapor. (Tetapi) ada tetangga ada yang ngasih tahu ke Pak RT," ucap Cucum, dikutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi seperti dimuat TribunJabar.

Baca juga: Pesan Terakhir Pria di Cianjur Sebelum Tewas Usai Dipukuli oleh Pejaga Kebun Karena Curi Labu Siam

Kemudian, ketua RT menjelaskan bahwa saat itu sama sekali tidak mengetahui adanya peristiwa penganiayaan terhadap warganya.

"Saat kejadian, sama sekali tidak ada laporan dari pihak korban maupun pelaku," ungkap Pak RT.

Ketua  RT mengaku, ia baru mengetahui adanya penganiayaan setelah ustaz setempat mendatangi kediamannya melaporkan kejadian tersebut pada Sabtu malam setelah tarawih.

"Kata Pak Ustaz, 'Tahu tidak, Minta kabarnya dipukuli jam 6 oleh Ujang Ahmad,'" ucap Pak RT menirukan percakapannya dengan sang ustaz.

Kala itu, Pak RT mengaku kecewa karena tidak ada warga yang melaporkan langsung peristiwa itu kepadanya.

Setelah itu, Pak RT pun mendatangi RW untuk mengklarifikasi peristiwa tersebut.

"Langsung ngobrol sama pelaku. Di rumah Pak RW ngobrol, (kasus) dianggap sudah selesai jangan dibawa ke ranah hukum," tutur Pak RT.

Setelah itu, Pak RT pun langsung kembali ke rumahnya tanpa menengok kondisi korban.

Baca juga: Guru Agus Saputra Angkat Bicara soal Insiden Pengeroyokan di SMKN 3 Tanjab Timur

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved