Kamis, 23 April 2026

Benarkah Harga BBM Naik 1 April? Ini Penjelasan Resmi dari Pertamina

Ditengah kekhawatiran BBM bakal naik 1 April 2026, PT Pertamina (Persero) buka suara akhirnya buka suara menyikapi isu tersebut.

Editor: Joko Supriyanto
Tribunnews/Jeprima
SPBU PERTAMINA - Ratusan pengendara motor mengantre di sebuah SPBU di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah mengumumkan menaikkan harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Harga ini berlaku mulai Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB 

TRIBUNTANGERANG.COM - Isu terkait kabar harga BBM naik pada 1 April tengah ramai di media sosial, banyak netizen khawatir yang khawatir jika BBM naik pada April 2026.

Ditengah kekhawatiran BBM bakal naik 1 April 2026, PT Pertamina (Persero) buka suara akhirnya buka suara menyikapi isu tersebut.

Pasalnya, ada beberapa data-data yang beredar di media sosial terkait harga BBM April 2026 nanti adalah tidak benar.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menyampaikan sejauh ini belum ada keputusan resmi terkait penyesuaian harga BBM per 1 April 2026.

"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," kata Muhammad Baron dikutip Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Baron pun mengimbau masyarakat untuk hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan perusahaan melalui website resmi Pertamina.

Sebelumnya, dalam dokumen yang ramai tersebar di platform X tercantum proyeksi kenaikan harga BBM non-subsidi. Terdiri dari Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dex (Pertamina Dex), serta Dexlite.

Seperti harga Pertamax disebut akan naik Rp 5.550 menjadi Rp 17.850 per liter dari sebelumnya sebesar Rp 12.300 per liter.

Sedangkan Pertamax Turbo disebut bakal naik Rp 6.350 menjadi Rp 19.450 per liter dari sebelumnya Rp 13.100 per liter.

Selain itu, terdapat pula gambar tabel harga BBM subsidi yang tersebar di media sosial.

Harga BBM jenis Pertalite disebut akan naik menjadi Rp 14.000 per liter dari saat ini sebesar Rp 10.000 per liter. 

Sementara Biosolar disebut akan naik menjadi Rp 9.500 per liter dari saat ini sebesar Rp 6.800 per liter.

Terkait kabar penyesuaian harga BBM tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman meminta publik tidak berspekulasi sebelum ada pengumuman resmi dari Pertamina.

Ia pun menegaskan, bahwa untuk BBM subsidi yang mencakup Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan per 1 April 2026.

"Untuk BBM non-subsidi kita tunggu 1 April saja ya. Yang penting untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan,” ucap Laode.

(Kompas.com)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved