Minggu, 19 April 2026

Awal Mula Terbongkarnya 16 Mahasiswa FH UI Diduga Lecehkan Mahasiswi Lewat Grup Chat

Kasus dugaan pelecehaan yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) lewat Grup Chat tengah menjadi sorotan publik.

Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/thread
PELECEHAN DI UI - Viral di media sosial dugaan pelecehan seksual secara verbal yang dilakukan oleh 16 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI). 

TRIBUNTANGERANG.COM - Kasus dugaan pelecehaan yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) lewat grup chat tengah menjadi sorotan publik.

Bahkan publik ikut geram atas perilaku mahasiswa tersebut, terbaru mereka kini dikenakan saksi oleh pihak kampus atas perbuatannya.

Awal mula kasus ini terbongkar ketika 16 orang mahasiswa itu tiba-tiba meminta maaf di grup percakapan angkatan. Mereka merupakan mahasiswa angkatan 2023

"Untuk permohonan maaf itu disampaikan oleh 16 pelaku. Dan untuk statusnya, mereka semua mengakui perbuatan mereka," kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo dikutip Kompas.com, Senin (13/4/2026).

 "Jadi sebenarnya bagi kita sudah ada pengakuan mereka, mereka adalah pelaku, bukan lagi terduga pelaku," tegas dia.

Permintaan maaf disampaikan terduga pelaku pada Sabtu (11/4/2026) menjelang Minggu (12/4/2026) dini hari.

Keenambelas mahasiswa menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui grup angkatan tanpa ada konteks yang jelas.

Kemudian, beberapa jam setelah itu, ada sejumlah unggahan di media sosial yang menjelaskan terkait dengan latar belakang permohonan maaf dan tindakan yang dilakukan 16 orang tadi.

Para pelaku menyampaikan permohonan maaf terlebih dahulu, sebelum ada kabar dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial X.

"Pelaku menyampaikan pesan-pesan lelucon, mohon maaf, dan juga perendahan terhadap harkat martabat teman-teman di FH. Kebanyakan bentuknya adalah pesan yang merendahkan, dengan nuansa seksual," jelas Dimas.

Pesan-pesan tersebut disampaikan dalam percakapan grup LINE dan WhatsApp. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan BEM FH UI, anggota dalam grup kedua media sosial itu berjumlah 16 orang.

"Sejauh ini yang ada di dalam grup tersebut adalah 16 orang," tutur Dimas.

Saat ditanya apakah dugaan kekerasan seksual juga dilakukan dengan media foto, Dimas mengakui belum bisa memastikannya.

Sebab, yang beredar saat ini masih berupa potongan-potongan chat dari grup-grup LINE dan WhatsApp pelaku.

Saat ditanya soal jumlah korban dugaan kekerasan seksual, Dimas juga belum bisa memberikan informasi detail.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved