Senin, 27 April 2026

Berita Tangerang Selatan

Diduga Cabuli Anak-anak di Pamulang, Seorang Pria Diamuk Warga

Seorang pria berinisial MKA (31) diduga melakukan pencabulan terhadap anak di kawasan Pondok Cabe Ilir, Pamulang

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Desy Selviany
Tribuntangerang.com
Foto: Diduga pria di Pamulang, Tangerang Selatan diamuk warga usai mencabuli seorang bocah (Dokumentasi Polres Tangerang Selatan) 

Laporan Wartawan TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico


TRIBUNTANGERANG.COM, PAMULANG - Seorang pria berinisial MKA (31) diduga melakukan pencabulan terhadap anak di kawasan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangerang Selatan memicu keresahan warga, Sabtu (25/4/3026).

Dalam video yang diterima TribunTangerang.com, tampak warga berbondong-bondong menghampiri sebuah kios di kawasan Pamulang. Suasana terlihat tegang ketika kerumunan semakin padat di sekitar lokasi kejadian.

Seorang laki-laki kemudian menjadi sasaran amukan warga setelah diduga melakukan tindakan keji terhadap anak di bawah umur. Aksi main hakim sendiri itu terjadi di tengah emosi warga yang memuncak saat dugaan peristiwa tersebut terungkap.

Warga bernama Alex mengungkapkan situasi sudah ramai saat dirinya tiba. 

“Pas saya datang, sudah banyak warga berkumpul di sekitar lokasi,” ujar Alex saat ditemui di Pamulang, Tangsel, Minggu (26/4/2026).

Menurut keterangan Alex, korban saat itu sudah berada di tengah warga setelah diduga dibawa keluar dari lokasi kejadian. 

“Anaknya sudah dibawa ke situ, jadi warga langsung fokus ke kondisi korban,” katanya.

Ia menuturkan, keberadaan sebuah mobil yang menyorot area sekitar membantu mengungkap situasi di lokasi. 

“Karena ada mobil disorot lampunya, orang-orang yang di situ langsung keluar,” ucapnya.

Dari situ, warga mulai menyadari adanya dugaan tindakan pelecehan. Namun, kondisi korban disebut hanya menggunakan baju.

Saksi menyebut korban terlihat dalam keadaan tidak memberikan perlawanan saat ditemukan.

 “Anaknya tidak berontak, cuma diam saja,” tuturnya.

Dugaan sementara, korban tidak segera melapor karena adanya upaya membungkam. 

“Kayaknya sering dikasih uang supaya diam, jadi tidak berani bicara ke keluarganya,” kata Alex.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved