Senin, 18 Mei 2026

Sosok Allin Hendalin Mahdaniar, Kepala Dinas Kesehatan Tangsel yang Berawal dari Dokter Puskesmas

Dulu saya sempat buka praktik pribadi… Tapi lama-lama saya merasa nggak bisa bagi waktu. Pasien saya jadi nggak terlayani

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
TribunTangerang/Ikhwana Mutuah Mico
SOSOK DINKES TANGSEL Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar saat tampil di Podcast bersama Warta Kota Network di kantor Dinas Kesehatan, Serpong, Tangsel. Berikut Sosok Allin, Kadinkes Tangsel yang berawal dari dokter Puskesmas. (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG- Di balik senyum lembutnya, tersimpan perjalanan panjang penuh dedikasi dan pengorbanan.

Dialah Allin Hendalin Mahdaniar sosok perempuan yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan sejak 2021. 

Tak banyak yang tahu, jalan yang ia tempuh bukanlah jalan yang lurus dan mulus. Ada peluh, ada air mata, dan tentu, ada cinta pada profesi, masyarakat, dan tanggung jawab.

Allin Hendalin Mahdaniar lahir dan besar di Bogor. "Ibu Dokter" begitu ia kerap disapa.

Ia menghabiskan masa kecilnya di Banjar, lalu menempuh pendidikan SMP hingga SMA di kota kelahirannya.

Langkahnya kemudian membawanya ke dunia kedokteran, sebuah dunia yang sejak awal sudah ia tahu bukan akan jadi jalan yang mudah. Tapi tekadnya bulat.

"Dulu saya sempat buka praktik pribadi… Tapi lama-lama saya merasa nggak bisa bagi waktu. Pasien saya jadi nggak terlayani, dan itu membuat saya merasa bersalah. Akhirnya saya putuskan untuk fokus. Karena saya punya tanggung jawab besar di sini, dan saya ingin hasilnya maksimal," ujar Allin kepada TribunTangerang.com, Senin (20/10/2025).

Setelah menyelesaikan pendidikan dokter, ia ditempatkan di Puskesmas Setu, Tangsel. Di sanalah benih-benih kepemimpinannya mulai tumbuh. 

Ia menjalani hari-hari bersama masyarakat, mendengar keluh kesah, dan menyaksikan langsung realita pelayanan kesehatan di akar rumput.

"Saya mulai dari bawah, dari Puskesmas Setu. Di sanalah saya belajar banyak tentang masyarakat, tentang kebutuhan mereka, dan tentang pentingnya hadir bukan hanya sebagai tenaga medis, tapi sebagai pendengar dan pelayan," ujar Allin.

Tak lama berselang, amanah pertama datang menjadi Kepala Puskesmas Setu pada 2007. 

Dua belas tahun ia menjalani tugas itu dengan sepenuh hati, hingga pada 2019 ia dipanggil naik level dipercaya menjadi Kepala Seksi di Dinas Kesehatan, lalu Kepala Bidang, dan akhirnya, pada tahun 2020, ia ditunjuk menjadi Kepala Dinas Kesehatan.

"Ketika kita menerima amanah, ya harus siap. Tantangan pasti ada, tapi kuncinya adalah kompak dan mendengarkan apa yang dibutuhkan masyarakat,"  ujar Allin.

Dalam setiap langkahnya, ia selalu menanamkan satu hal yaitu pelayanan adalah ibadah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved