BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Tangerang Raya dan Banten Sepekan Kedepan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi hingga 8 Desember 2025
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Ringkasan Berita:
- BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Banten selama sepekan ke depan.
- Fenomena atmosfer seperti gelombang Kelvin, Rossby, hingga suhu muka laut hangat
- Wilayah-wilayah rawan diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama daerah bertopografi curam yang rentan longsor.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Sejumlah fenomena atmosfer tengah memicu meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Banten, termasuk Tangerang Raya, dalam sepekan ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II mencatat, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi hingga 8 Desember 2025.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Hartanto, menjelaskan dinamika atmosfer yang aktif sejak beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama potensi hujan lebat tersebut.
Sejumlah wilayah di Banten, seperti Kabupaten Pandeglang, Lebak bagian tengah, Serang bagian barat dan selatan, Lebak selatan dan timur, serta Kota Serang, juga berpotensi mengalami kondisi serupa.
“Berdasarkan pantauan BBMKG Wilayah II masih terdapat potensi cuaca ekstrem sepekan kedepan di wilayah Provinsi Banten,” kata Hartanto dalam keterangannya, dikutip Kamis (4/12/2025).
Ia menjabarkan beberapa fenomena atmosfer tengah bekerja bersamaan sehingga meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
Di antaranya, aktifnya gelombang atmosfer Kelvin di wilayah Indonesia bagian barat yang memicu pertumbuhan awan konvektif.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Banten Kamis 4 Desember 2025: Sebagian Wilayah Hujan Ringan
Selain itu, gelombang ekuatorial Rossby turut memperkuat perkembangan awan hujan di wilayah Banten. Kondisi ini diperparah oleh kelembapan udara yang cukup basah serta anomali suhu muka laut yang hangat.
“Kondisi itu kemudian meningkatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” ujarnya.
Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem tersebut, Hartanto mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah-daerah rawan bencana.
“Kepada masyarakat dan instansi yang terkait agar tetap waspada terhadap terjadinya bencana hidrometeorologis, seperti genangan, banjir, tanah longsor,” imbuhnya.
Ia menambahkan perhatian khusus perlu diberikan pada kawasan bertopografi curam atau rawan longsor.
“Khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, tebing atau rawan longsor agar tetap waspada,” pungkasnya. (m30)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Harga Kedelai dan Plastik Terus Naik, Perajin Tempe di Curug Tangerang Perkecil Ukuran Produk |
|
|---|
| Tangsel Siapkan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta untuk Siswa yang Tak Tertampung di Sekolah Negeri |
|
|---|
| Kepala Sekolah yang Menyimpang dalam SPMB di Tangsel Terancam Sanksi Tegas |
|
|---|
| Terbongkar di Balik Karung Pakan Ternak, Jutaan Rokok Ilegal Hendak Diseberangkan ke Sumatra |
|
|---|
| Masalah Limbah hingga Sanitasi, Dapur MBG yang Tiga Kali Suspend Bakal Ditutup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Hujan2.jpg)