Senin, 27 April 2026

Alasan Tumpukan Sampah di Flyover Ciputat Tangsel Ditutup Terpal

Tumpukan sampah yang mengeluarkan bau menyengat di kolong flyover Ciputat

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
SAMPAH MENUMPUK - Tumpukan sampah di kolong flyover Ciputat ditutup terpal sebagai langkah darurat atas arahan Pemkot Tangsel karena pengangkutan belum bisa dilakukan akibat TPA Cipeucang ditutup. 

Ringkasan Berita:
  • Tumpukan sampah di kolong flyover Ciputat, Tangsel, ditutup terpal sementara menunggu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang dibuka.
  • Penutupan dilakukan bersama unsur kewilayahan, disertai penjagaan 24 jam dan penyemprotan untuk mengurangi bau.
  • Warga mendukung langkah ini, meski belum mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan sampah liar.

 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT- Tumpukan sampah yang mengeluarkan bau menyengat di kolong flyover Ciputat, Kota Tangerang Selatan, ditutup menggunakan terpal biru, Minggu (14/12/2025).

Camat Ciputat Mamat mengatakan, langkah ini dilakukan sambil menunggu Tempat Pembuangan Akhir Cipeucang, Serpong, dibuka.

Mamat menjelaskan penutupan sampah dengan terpal bukan keputusan sepihak, melainkan hasil inisiatif bersama unsur kewilayahan.

“Ini bukan inisiatif saya sendiri. Kita punya inisiatif bersama dengan lurah, RT, dan warga. Intinya bagaimana kewilayahan bisa memberikan kenyamanan dan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Mamat kepada TribunTangerang.com, Minggu (14/12/2025).

Ia mengungkapkan langkah penutupan dengan terpal dilakukan karena sampah belum bisa langsung diangkut ke TPA Cipeucang.

Pihaknya masih mencari solusi sementara, termasuk kemungkinan pemindahan ke TPS 3R Pasar Cantik atau lahan kosong yang tidak mengganggu warga.

“Sambil menunggu TPA dibuka, kita proses bertahap. Sampah itu mau kita angkat, tapi belum bisa. Jadi sementara kita tutup dulu, nanti kita lihat ada tidak lahan kosong untuk dipindahkan sementara,” jelas Mamat.

Penanganan awal difokuskan di kolong flyover Ciputat karena kondisi sampah sudah parah dan bau menyengat.

“Sekarang kita baru mulai kerja di flyover dulu karena sudah menyengat. Jalur-jalur ini memang sering jadi tempat orang buang sampah sembarangan, bukan cuma warga Ciputat, tapi juga orang yang melintas,” ujar Mamat.

Untuk mencegah pembuangan ulang, sampah yang telah ditutup terpal dijaga selama 24 jam oleh petugas gabungan.

“Makanya kita jaga itu. RT kita suruh jaga gantian, lurah juga, staff kecamatan pun kita tugaskan. Kalau kosong sebentar saja, langsung ada yang buang,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan jumlah petugas menjadi tantangan, namun penjagaan tetap diupayakan secara bergiliran.

“Petugas kita juga kurang, jadi kita fokuskan dulu di titik ini. Yang lain pelan-pelan kita bersihkan,” ucap Mamat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved