Dibiarkan Mengular, Sampah di Jalan Dewi Sartika Tangsel Ganggu Warga dan Pedagang
Sepanjang Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pemandangan tak sedap mata terlihat di ruas jalan penghubung Jakarta–Bogor
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Sepanjang Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pemandangan tak sedap mata terlihat di ruas jalan penghubung Jakarta–Bogor, Jumat (26/12/2025).
Pantauan TribunTangerang.com, Tumpukan sampah yang terbungkus plastik putih, merah, dan hitam berjajar rapi di tengah pembatas jalan, tepat di area yang biasanya dipenuhi pot-pot berisi tanaman hias.
Kondisi ini mengganggu estetika kota sekaligus menimbulkan keluhan dari pengguna jalan.
Kondisi tersebut bahkan menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warga mengeluhkan tumpukan sampah yang terlihat jelas saat mereka melintasi ruas jalan tersebut.
Asih Wiarsih pedagang kelontong mengungkapkan sampah dibiarkan hampir selama satu bulan tanpa penanganan jelas. Sampah yang awalnya hanya satu tumpukan kecil kini mengular di pembatas jalan, tepat di area yang biasa dipenuhi pot tanaman hias.
“Awalnya cuma satu doang, lama-lama nambah sedikit-sedikit. Ini sudah dari awal bulan kemarin, hampir sebulan,” kata Asih kepada TribunTangerang.com di dekat tumpukan sampah, Ciputat, Jumat (26/12/2025).
Sampah yang sebagian besar terbungkus plastik itu, lanjut Asih, kerap basah akibat hujan dan menimbulkan bau menyengat.
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga, terutama pedagang yang berjualan di sekitar tumpukan sampah.
“Terganggu banget baunya. Banyak lalat juga. Air sampahnya sampai ke warung,” ucap Asih.
Ia mengaku, selama 15 tahun berjualan di lokasi tersebut, baru tahun ini mengalami kondisi sampah menumpuk hingga berminggu-minggu tanpa diangkut. Padahal, sebelumnya sampah selalu diambil setiap hari.
“Dulu tiap hari diangkut. Baru tahun ini kayak begini,” ucapnya.
Akibat kondisi tersebut, Asih mengaku pendapatannya menurun drastis. Pelanggan yang biasanya makan di tempat kini enggan singgah dan memilih membeli untuk dibawa pulang atau bahkan membatalkan pembelian.
“Yang makan di sini sekarang jarang. Paling dibungkus. Pendapatan jadi berkurang hampir separuh,” katanya.
Asih berharap tumpukan sampah segera diangkut dan tidak kembali dibiarkan menumpuk agar lingkungan kembali bersih dan aktivitas warga dapat berjalan normal.
| Cerita Inspiratif Nurlaela Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Kompos Bernilai |
|
|---|
| Lurah Cerita Warga Tangsel Manfaatkan TPS 3R dan Komposter, Sampah Jadi Peluang Usaha |
|
|---|
| Banjir Kembali Terjang Permukiman Reni Jaya Pamulang, Perabot Rumah Warga Rusak |
|
|---|
| Pohon Tumbang di Depan Pool TransJakarta Ciputat, Arus Lalin Sempat Tersendat |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Senin 12 Januari 2026: Sebagian Hujan Ringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Sampah-mengular-di-Jalan-Dewi-Sartika-Ciputat.jpg)