Natal dan Tahun Baru
Libur Nataru, Pengunjung Hotel di Tangsel Tak Seramai Bogor dan Bandung
Tingkat hunian hotel di Kota Tangerang Selatan diprediksi mengalami penurunan selama libur Natal dan Tahun Baru
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Okupansi hotel di Tangsel saat libur Nataru diperkirakan turun hingga sekitar 60 persen, berbeda dengan Bogor dan Bandung yang justru ramai saat libur panjang.
- Pada hari kerja, tingkat hunian hotel di Tangsel relatif tinggi, mencapai 75–80 persen, ditopang aktivitas rapat dan kegiatan korporasi.
- PHRI Tangsel menilai kondisi ini wajar karena Tangsel bukan kota wisata, melainkan kota penunjang bisnis, sehingga warganya cenderung bepergian ke luar kota saat libur panjang.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG- Tingkat hunian hotel di Kota Tangerang Selatan diprediksi mengalami penurunan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tangsel, Gusri Effendi mengatakan okupansi hotel berbeda signifikan antara hari kerja, akhir pekan, dan libur panjang.
Gusri menjelaskan hari kerja, okupansi hotel di Tangsel rata-rata mencapai 75 hingga 80 persen.
"Apalagi sekarang Tangsel banyak kegiatan perusahaan, rapat kerja, dan pertemuan bisnis. Jadi hotel-hotel tetap ramai saat weekdays,” ujar Gusri saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).
Namun, kondisi berbeda terjadi saat akhir pekan. Menurut Gusri, okupansi hotel justru cenderung menurun.
"Kalau weekend agak rame, tapi orang-orang Tangsel biasanya keluar kota. Jadi hotel-hotel di sini nggak seramai weekday,” jelasnya.
Fenomena serupa terlihat saat libur panjang Nataru. Okupansi hotel diperkirakan hanya mencapai sekitar 60 persen.
“Ini berbeda dengan Bogor atau Bandung. Di kota-kota itu, libur panjang biasanya malah bikin hotel penuh, tapi di Tangsel warga lebih banyak yang keluar," ujar Gusri.
Meskipun ada penurunan, Gusri menegaskan sektor perhotelan di Tangsel tetap stabil.
“Kalau hotel masih stabil aja. Aktivitas rapat dan perusahaan tetap jadi penyokong utama okupansi hotel,” ucapnya.
Pengamat pariwisata lokal menilai fenomena ini wajar, mengingat Tangsel bukan kota wisata utama, melainkan kota penunjang aktivitas bisnis.
Libur panjang biasanya membuat warga mencari destinasi wisata di luar kota, sehingga hotel lokal mengalami penurunan hunian. (m30)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Pos Ramah Ibu dan Anak Hadir di Terminal 1–3 Bandara Soetta Selama Periode Nataru |
|
|---|
| Ditlantas Metro Siapkan Contra Flow hingga Penyekatan Tol Saat Arus Balik Nataru, Cek Lokasinya! |
|
|---|
| Mohamed Salah Tak Kapok Ucap Selamat Natal Meski Tiap Tahun Tuai Kritik |
|
|---|
| Rekomendasi Lokasi Gratis di Jakarta untuk Habiskan Malam Tahun Baru, Tetap Seru Tanpa Kembang Api |
|
|---|
| Tak Ada Pesta Kembang Api di Bekasi Tahun Ini, Warga Diimbau Isi Malam Tahun Baru dengan Berdoa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/VIVERE-Hotel-ARTOTEL-Curated-hadirkan-promo-semarak-akhir-tahun.jpg)