Masalah Sampah di Tangsel
Pemkot Tangsel Buka Ruang Dialog Terkait Persoalan Sampah Usai Aksi Mahasiswa
Tubagus Asep Nurdin membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan mahasiswa serta seluruh elemen masyarakat guna mencari solusi pengelolaan sampah.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Pemerintah Kota Tangerang Selatan merespons aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta terkait persoalan persampahan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan mahasiswa serta seluruh elemen masyarakat guna mencari solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Asep memahami keresahan dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.
Aspirasi yang disuarakan mahasiswa, lanjutnya, dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
"Kami memahami keresahan dan aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa terkait persoalan persampahan di Kota Tangerang Selatan. Aspirasi tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” ujar Asep kepada TribunTangerang.com, Jumat (9/1/2025).
Menanggapi tuntutan mahasiswa agar sampah segera diangkut, Asep mengatakan proses pengangkutan sampah telah dan terus dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah kota.
Ia mengklaim telah mengerahkan armada tambahan serta menerapkan sejumlah langkah percepatan untuk mengatasi penumpukan sampah.
"Pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah dan sedang melakukan pengangkutan sampah secara bertahap di seluruh wilayah dengan mengerahkan armada tambahan serta berbagai langkah percepatan,” lanjut Asep.
Asep menjelaskan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang saat ini sedang dalam proses penataan turut memengaruhi sistem pengelolaan dan distribusi pengangkutan sampah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengangkutan tetap berjalan setiap hari.
"Dengan adanya kondisi TPA Cipeucang yang saat ini sedang dalam proses pekerjaan penataan, maka pengelolaan dan distribusi pengangkutan sampah dilakukan secara terukur dan bertahap. Proses pengangkutan tetap berjalan setiap hari dan terus dievaluasi agar lebih cepat dan efektif,” ujar Asep.
Lebih lanjut, Asep menegaskan penanganan sampah tidak hanya difokuskan pada solusi jangka pendek. Pemkot Tangsel mengaku tengah menyiapkan langkah-langkah strategis jangka menengah hingga panjang dengan melibatkan partisipasi masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
"Ke depan, langkah Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak hanya berfokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga pada penguatan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh,” kata Asep.
Lebih lanjut, Asep menyampaikan, beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain memperkuat pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, mengoptimalkan armada dan sarana prasarana persampahan, serta mendorong partisipasi dan kedisiplinan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
| Respons Pemkot Tangsel Soal Demo Mahasiswa Bawa 2 Truk Sampah ke Kantor Wali Kota |
|
|---|
| Bawa Sampah ke Kantor Wali Kota Tangsel, Mahasiswa Gelar Kasur dan Bantal Saat Aksi |
|
|---|
| Sampah Busuk Dibongkar di Kantor Wali Kota Tangsel, Mahasiswa UMJ Ajukan 7 Tuntutan |
|
|---|
| Mahasiswa UMJ Bawa Sampah ke Kantor Wali Kota Tangsel, Sempat Memanas dengan Satpol PP |
|
|---|
| Buang Sampah Sembarangan di Tangsel Bisa Kena Sanksi Tipiring |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/AKSI-DEMO-SAMPAH-DI-PEMKOT-TANGSEL494.jpg)