Sabtu, 13 Juni 2026

Harga Daging Sapi Pasca Nataru Melonjak, Pedagang di Tangsel Kompak Tutup Lapak

Sahroni (60), pedagang daging yang telah berjualan selama 35 tahun di pasar Jombang, mengatakan kenaikan harga kali ini terasa janggal.

Tayang:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PEDAGANG DAGING MOGOK JUALAN - Harga daging sapi yang biasanya turun usai Nataru justru terus naik hingga Rp130 ribu per kilogram, membuat pedagang daging lokal menutup lapak selama tiga hari sebagai bentuk protes karena keuntungan tergerus dan penjualan stagnan, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Deretan lapak pedagang daging sapi di pasar Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan tutup, Kamis (22/1/2025).

Tidak seperti biasanya, aktivitas jual beli daging nihil. Para pedagang memilih menghentikan sementara penjualan selama tiga hari sebagai bentuk protes atas harga daging sapi yang terus naik usai perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sahroni (60), pedagang daging yang telah berjualan selama 35 tahun di pasar Jombang, mengatakan kenaikan harga kali ini terasa janggal.

Menurutnya, setiap tahun harga daging biasanya kembali normal setelah Nataru berlalu. Namun kondisi itu tidak terjadi tahun ini.

“Harusnya habis tahun baru itu harga turun, standar lagi. Tapi ini malah makin naik,” ujar Sahroni, kepada TribunTangerang.com, Ciputat, Tangsel, Kamis (22/1/2025).

Ia menjelaskan, kenaikan harga berasal dari tingkat pemotongan atau pemasok daging. Jika sebelumnya harga pengambilan daging berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram, kini meningkat hingga Rp130 ribu per kilogram.

“Awalnya pengambilan masih Rp120 ribu, sekarang sudah sampai Rp130 ribu. Dari sananya naik terus,” ujar Sahroni.

Kondisi tersebut membuat pedagang berada dalam posisi terjepit. Di satu sisi, harga pengambilan naik, sementara di sisi lain daya beli konsumen tidak mengalami peningkatan. 

Sahroni mengaku terpaksa menjual dengan margin yang sangat tipis demi mempertahankan pelanggan.

“Sekarang ambil Rp125 ribu sampai Rp130 ribu, jual juga Rp130 ribu. Untungnya tinggal Rp5 ribu per kilo, bahkan kadang nol,” ucap Sahroni.

Padahal sebelumnya, pedagang masih bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp10 ribu per kilogram.

Menurut Sahroni, selisih harga sekecil Rp2 ribu saja bisa membuat pelanggan beralih ke pedagang lain.

“Pelanggan sekarang sensitif. Beda Rp2 ribu saja bisa lari. Kalau kita naikin, pembeli bingung dan mengeluh,” tutur Sahroni.

Aksi tutup lapak ini dilakukan secara serentak oleh para pedagang daging di pasar tersebut. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved