PJJ di Tangsel Berakhir 28 Januari, Dindikbud Lakukan Evaluasi
Evaluasi ini menjadi dasar penentuan apakah kebijakan tersebut perlu diperpanjang atau sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh yang telah diberlakukan sejak 24 hingga 28 Januari 2026.
Evaluasi ini menjadi dasar penentuan apakah kebijakan tersebut perlu diperpanjang atau sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan PJJ sebelumnya diterapkan sebagai langkah antisipasi menyusul potensi cuaca ekstrem yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"PJJ kemarin kita berlakukan untuk memastikan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik, terutama di wilayah yang terdampak cuaca dan banjir,” ujar Deden saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).
Menurut Deden, secara umum pelaksanaan PJJ jangka pendek berjalan cukup baik. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi masing-masing sekolah, termasuk kesiapan sarana, akses internet, dan situasi lingkungan sekitar.
“Untuk jangka pendek, PJJ bisa menjadi solusi. Tapi tentu tidak bisa disamaratakan karena setiap sekolah memiliki kondisi yang berbeda,” kata Deden.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Dindikbud Tangsel Izinkan PJJ bagi Sekolah Terdampak
Hasil evaluasi sementara menunjukkan masih ada sekolah yang menghadapi kendala akses akibat banjir. Deden menyebut setidaknya terdapat satu SD di wilayah Jurang Mangu, Pondok Aren, serta SMP Negeri 22 Tangsel yang sempat melaksanakan PJJ karena kondisi lingkungan belum sepenuhnya aman.
“Ada satu SD di Jurang Mangu dan SMP Negeri 22 yang kemarin masih PJJ. Ini yang sedang kami kaji lagi dengan melihat dinamika cuaca saat ini,” jelasnya.
Deden menegaskan, rencana perpanjangan PJJ tidak akan diberlakukan secara menyeluruh. Sekolah yang dinilai aman dan tidak terdampak dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap berkoordinasi bersama pihak terkait.
"Kebijakan ini sifatnya situasional. Sekolah yang sudah siap dan aman silakan melaksanakan tatap muka,” tegasnya.
Selain itu, Dindikbud meminta pihak sekolah untuk aktif melaporkan kondisi terkini, mulai dari akses jalan, sarana prasarana, hingga kesiapan tenaga pendidik. Laporan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan lanjutan.
“Respons dan laporan dari sekolah sangat penting sebagai dasar evaluasi kami,” ucap Deden.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung kebijakan sementara ini, terutama dalam memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan pihak sekolah.
"Kerja sama dengan orang tua perlu dilakukan secara intensif agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal dan aman,” pungkasnya. (m30)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Minggu 14 Juni 2026: Sebagian Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Banten Minggu 14 Juni 2026: Sebagian Wilayah Cerah Berawan |
|
|---|
| Uang Hasil Penggelapan Mobil Dipakai Judol, Pengelola Showroom Ditangkap |
|
|---|
| SIM Keliling di Tangerang Selatan Minggu 14 Mei 2026, Berikut Persyaratannya |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangerang Raya Sabtu 13 Juni 2026: Pagi Diguyur Hujan, Malam Berawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Deden-Deni-4328.jpg)