Senin, 15 Juni 2026

PJJ di Tangsel Berakhir 28 Januari, Dindikbud Lakukan Evaluasi

Evaluasi ini menjadi dasar penentuan apakah kebijakan tersebut perlu diperpanjang atau sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Tayang:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PJJ TANGSEL - Kepala Dinas dikbud Kota Tangsel, Deden Deni, tengah mengevaluasi pelaksanaan PJJ 24–28 Januari 2026 untuk menentukan kelanjutan kebijakan tersebut berdasarkan efektivitas dan kondisi masing-masing sekolah. (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh yang telah diberlakukan sejak 24 hingga 28 Januari 2026. 

Evaluasi ini menjadi dasar penentuan apakah kebijakan tersebut perlu diperpanjang atau sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan PJJ sebelumnya diterapkan sebagai langkah antisipasi menyusul potensi cuaca ekstrem yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"PJJ kemarin kita berlakukan untuk memastikan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik, terutama di wilayah yang terdampak cuaca dan banjir,” ujar Deden saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).

Menurut Deden, secara umum pelaksanaan PJJ jangka pendek berjalan cukup baik. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi masing-masing sekolah, termasuk kesiapan sarana, akses internet, dan situasi lingkungan sekitar.

“Untuk jangka pendek, PJJ bisa menjadi solusi. Tapi tentu tidak bisa disamaratakan karena setiap sekolah memiliki kondisi yang berbeda,” kata Deden.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Dindikbud Tangsel Izinkan PJJ bagi Sekolah Terdampak

Hasil evaluasi sementara menunjukkan masih ada sekolah yang menghadapi kendala akses akibat banjir. Deden menyebut setidaknya terdapat satu SD di wilayah Jurang Mangu, Pondok Aren, serta SMP Negeri 22 Tangsel yang sempat melaksanakan PJJ karena kondisi lingkungan belum sepenuhnya aman.

“Ada satu SD di Jurang Mangu dan SMP Negeri 22 yang kemarin masih PJJ. Ini yang sedang kami kaji lagi dengan melihat dinamika cuaca saat ini,” jelasnya.

Deden menegaskan, rencana perpanjangan PJJ tidak akan diberlakukan secara menyeluruh. Sekolah yang dinilai aman dan tidak terdampak dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap berkoordinasi bersama pihak terkait.

"Kebijakan ini sifatnya situasional. Sekolah yang sudah siap dan aman silakan melaksanakan tatap muka,” tegasnya.

Selain itu, Dindikbud meminta pihak sekolah untuk aktif melaporkan kondisi terkini, mulai dari akses jalan, sarana prasarana, hingga kesiapan tenaga pendidik. Laporan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan lanjutan.

“Respons dan laporan dari sekolah sangat penting sebagai dasar evaluasi kami,” ucap Deden.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung kebijakan sementara ini, terutama dalam memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan pihak sekolah.

"Kerja sama dengan orang tua perlu dilakukan secara intensif agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal dan aman,” pungkasnya. (m30)

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved