Arahan Presiden Prabowo soal Sampah, Wali Kota Tangsel Libatkan OPD hingga Sekolah
Wali Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Wali Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah dan pembenahan daerah.
Prabowo Subianto menyampaikan pesannya disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama kepala daerah di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan arahan Presiden menjadi pengingat penting persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sebagai isu sektoral, melainkan masalah bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.
“Arahan Bapak Presiden tentu menjadi pengingat sekaligus penguatan bagi kami di daerah. Persoalan sampah bukan lagi isu sektoral, tetapi sudah menjadi musuh bersama yang harus ditangani secara gotong royong, lintas perangkat daerah, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Benyamin Davnie kepada TribunTangerang.com, Selasa (3/2/2026).
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan langsung menurunkan instruksi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan sampah menjadi prioritas bersama, tidak hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup.
Benyamin Davnie menjelaskan, seluruh OPD diminta aktif terlibat mulai dari upaya pengurangan sampah di sumber, penguatan bank sampah, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), hingga menggiatkan gerakan bersih lingkungan di wilayah masing-masing.
“Seluruh OPD kami minta ikut terlibat. Termasuk gotong royong sebelum memulai aktivitas kerja yang dilakukan oleh pegawai seluruh OPD se-Tangerang Selatan. Ini bagian dari membangun budaya bersih dan tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Baca juga: Pemkot Tangerang Tutup 3 Tempat Sampah Liar di Perbatasan Menuju DKI Jakarta
Selain itu, Pemkot Tangsel menyatakan kesiapan untuk melibatkan sekolah dalam upaya penanganan sampah, sebagaimana diarahkan Presiden.
Menurut Wali Kota 2 periode itu, keterlibatan sekolah justru menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
“Kami sangat mendukung rencana melibatkan sekolah. Secara teknis, kami akan memperkuat program edukasi lingkungan sejak dini, mulai dari pembiasaan memilah sampah di sekolah, penyediaan tong pilah, hingga praktik pengolahan sampah sederhana seperti kompos dan daur ulang,” ungkapnya.
Namun demikian, Benyamin Davnie menegaskan sekolah tidak ditempatkan sebagai pengelola sampah semata, melainkan sebagai pusat pembentukan karakter.
“Sekolah bukan sekadar kami jadikan tempat mengelola sampah, tetapi sebagai pusat pembentukan karakter dan budaya peduli lingkungan,” tambahnya.
Terkait arahan Presiden untuk “memoles daerah”, Wali Kota Tangsel memaknainya secara lebih luas, tidak hanya sebatas keindahan visual kota.
“Kami memaknai memoles daerah secara komprehensif. Bukan hanya soal estetika kota, tetapi bagaimana seluruh wajah pelayanan dan tata kelola pemerintahan semakin rapi, tertib, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat,” katanya.
| Susur Kali Ciputat, Relawan Temukan Tumpukan Sampah dan Batang Pohon Penghambat Aliran |
|
|---|
| Sampah Iduladha di Tangsel Naik, DLH Soroti Limbah Kotoran Hewan Kurban |
|
|---|
| Wamendagri Akhmad Wiyagus: Fokus Utama Gerakan Indonesia ASRI Adalah Pengelolaan Sampah Nasional |
|
|---|
| Dari Kulit Buah Jadi Deterjen, Kisah Laundry Tangsel yang Ubah Sampah Jadi Cuan |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden dari APBN, Ini Penjelasan MUI hingga Istana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Benyamin-Davnie-3044.jpg)