Senin, 20 April 2026

Dirut PLN Cek PLTGU Cilegon, Beban Listrik Nasional Turun Saat Mudik Lebaran

Penurunan aktivitas industri selama periode mudik dan Hari Raya Idul Fitri membuat beban listrik nasional ikut menurun. 

Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PLN - Dirut PLN Cek PLTGU Cilegon, Beban Listrik Nasional Turun Saat Mudik Lebaran, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CILEGON - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo melakukan pengecekan PLTGU Cilegon di Jalan Raya Bojonegara, Desa Margasari, Puloampel, Kabupaten Serang, Banten, Senin (16/3/2026).

Darmawan Prasodjo mengungkapkan penurunan aktivitas industri selama periode mudik dan Hari Raya Idul Fitri membuat beban listrik nasional ikut menurun. 

Ia menyebutkan, tren tersebut terjadi hampir setiap tahun ketika kegiatan industri melambat dan masyarakat lebih banyak melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Darmawan Prasodjo mengatakan, secara umum beban puncak sistem kelistrikan nasional pada hari biasa berada di kisaran 45 hingga 46 gigawatt (GW). Namun saat periode Lebaran, kebutuhan listrik biasanya turun cukup signifikan.

“Sistem kelistrikan nasional beban puncaknya biasanya sekitar 45 sampai 46 gigawatt. Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri ini turun menjadi sekitar 35 gigawatt,” ujar Darmawan di PLTGU Cilegon, Puloampel, Kabupaten Serang, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, penurunan tersebut terjadi karena aktivitas industri mulai melambat bahkan berhenti sementara selama libur panjang Lebaran. Banyak pekerja yang pulang ke kampung halaman sehingga kegiatan produksi ikut berkurang.

“Industri-industri mulai slow down, mulai mudik ke keluarga masing-masing di kampung halaman, sehingga kita melihat beban puncak mulai turun,” katanya.

Darmawan menjelaskan, meskipun terjadi penurunan konsumsi listrik, kondisi sistem kelistrikan nasional tetap berada dalam posisi aman. Hal itu terlihat dari kapasitas daya mampu pasok yang jauh lebih besar dibanding kebutuhan listrik selama periode Lebaran.

Ia menyebutkan, saat beban puncak diperkirakan berada di sekitar 35 GW, daya mampu pasok sistem kelistrikan nasional mencapai lebih dari 51 GW. Dengan demikian, cadangan listrik nasional masih berada pada level yang cukup besar.

“Diperkirakan nanti pada waktu Hari Raya Idul Fitri beban puncak sekitar 35 gigawatt, sedangkan daya mampu pasok sekitar 51 sekian gigawatt, jadi cadangan cukup,” ujarnya.

Kondisi penurunan beban listrik juga terlihat saat peninjauan di PLTGU Cilegon, salah satu pembangkit listrik berbasis gas dan uap yang menjadi penopang sistem kelistrikan di wilayah barat Pulau Jawa.

Pembangkit yang memiliki daya mampu pasok sekitar 740 megawatt itu tercatat mengalami penurunan beban cukup tajam selama periode mudik Lebaran.

“Hari ini kita ada di PLTGU Cilegon dengan daya mampu pasok 740 megawatt. Tadi kita cek bebannya hari ini mendekati nol karena memang penurunan beban di seluruh Indonesia,” kata Darmawan.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak menunjukkan adanya masalah dalam sistem kelistrikan, melainkan justru mencerminkan perubahan pola konsumsi listrik masyarakat selama musim mudik dan libur Lebaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved