Jumat, 24 April 2026

Kebakaran Bengkel Motor di Pamulang, Kerugian Capai 3,5 Miliar

Komandan Regu Damkar Kecamatan Pamulang, Abdul Rojak mengatakan api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan.

|
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
KEBAKARAN - Kebakaran bengkel motor di Pamulang menghanguskan bangunan dan peralatan senilai sekitar 3,5 miliar rupiah tanpa korban jiwa,  (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico) 

"Karena saya baru belanja, hampir semua barang habis terbakar," ungkap Abdul.

Sementara itu, sejumlah warga tampak berkerumun di sekitar lokasi kejadian. Rasa penasaran membuat mereka mendekat, bahkan sebagian di antaranya mengabadikan momen kebakaran menggunakan ponsel.

Baca juga: Bengkel Motor di Pamulang Terbakar Hebat, Saksi Sebut Api Tiba-Tiba Membesar

Saksi mata bernama Puguh, yang merupakan montir di bengkel yang berdekatan dengan lokasi kebakaran, mengungkapkan detik-detik awal munculnya api. 

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran, namun api tiba-tiba sudah terlihat membesar di dalam bangunan.

“Penyebabnya kurang tahu, tapi tiba-tiba ada api. Saya langsung teriak-teriak ‘ada api, ada api, kebakaran!’ supaya orang-orang sekitar tahu,” ujar Puguh saat ditemui di lokasi kejadian, Pamulang, Tangsel, Rabu (1/4/2026).

Puguh mengatakan dirinya sempat berupaya memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang diambil dari bengkel sebelah.

Ia membawa dua unit APAR kecil untuk mencoba menjinakkan api sebelum membesar.

"Saya bawa APAR dari sebelah ke sini, dua biji. Tapi sudah tidak ketolong,” katanya.

Menurutnya, api dengan cepat membesar sehingga upaya pemadaman awal tidak membuahkan hasil. 

Ia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan lokasi dan beralih menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diamankan.

“Saya bawa APAR kecil dua, habis itu saya tinggal. Saya mending nyelametin barang yang bisa diselametin,” ungkapnya.

Puguh juga menjelaskan api dengan cepat menyebar karena banyaknya bahan mudah terbakar di dalam bengkel tersebut. Hal itu membuat kobaran api sulit dikendalikan sejak awal kejadian.

“Api cepat banget. Karena di dalam itu kan ada karbocliner, oli, sama perlengkapan 4WD, jadi mudah terbakar,” jelasnya.

Sementara itu, para pekerja di bengkel yang terbakar, termasuk yang disebut milik Hendri, langsung berusaha menyelamatkan diri saat api mulai membesar. 

Mereka bergegas keluar dari dalam bangunan untuk menghindari risiko yang lebih besar.

“Semua pada lari keluar, terus ya cuma bisa nyelametin barang yang bisa diselametin aja,” pungkasnya. (m30)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved