Mapolsek Ciputat Timur Sempat Memanas Didatangi Massa, Ternyata Ini yang Sebenarnya Terjadi
Suasana di Mapolsek Ciputat Timur mendadak tegang saat sekelompok massa mendatangi kantor polisi, Selasa (7/4/2026).
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT TIMUR - Suasana di Mapolsek Ciputat Timur mendadak tegang saat sekelompok massa mendatangi kantor polisi, Selasa (7/4/2026).
Kedatangan mereka dipicu penangkapan salah satu anggota keluarga yang diduga terlibat aksi tawuran.
Massa yang datang dalam jumlah cukup banyak itu langsung menyampaikan protes keras. Mereka menuntut agar pihak kepolisian segera membebaskan kerabat mereka yang diamankan.
“Kami hanya ingin keluarga kami dipulangkan. Jangan ditahan terus tanpa kejelasan,” ujar salah satu perwakilan massa di lokasi, Selasa (8/4/2026).
Aksi yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi perlahan berubah menjadi tegang. Massa mulai mendesak masuk dan memancing respons petugas yang berjaga.
Petugas Polsek Ciputat Timur berupaya mengendalikan situasi dengan pendekatan persuasif. Tim negosiator yang dipimpin personel Polwan turun langsung untuk melakukan dialog dengan massa.
“Kami mohon semua pihak tetap tenang. Proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku,” kata seorang petugas.
Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya meredam emosi massa. Ketegangan meningkat hingga terjadi aksi dorong di depan gerbang Mapolsek, memicu suasana yang semakin tidak kondusif.
Situasi memanas itu kemudian menarik perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga mulai berdatangan dan berkumpul di sekitar lokasi kejadian.
Tak lama kemudian, berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas turut hadir. Mereka terdiri dari warga sekitar, pengemudi ojek, anggota Pokdarkamtibmas, hingga unsur organisasi kepemudaan.
“Kami datang untuk membantu menjaga situasi tetap aman. Ini lingkungan kita bersama,” ujar salah satu warga.
Di tengah kondisi yang memanas, Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, turun langsung menemui massa.
Ia memberikan penjelasan hukum secara terbuka dengan pendekatan tegas namun humanis.
“Silakan sampaikan aspirasi, tapi jangan sampai merusak ketertiban. Semua ada mekanisme hukumnya,” tegas Bambang di hadapan massa.
Perlahan, situasi mulai mereda setelah dilakukan dialog antara aparat dan perwakilan massa. Ketegangan yang sempat terjadi berangsur kondusif dan massa membubarkan diri.
Namun, di balik rangkaian peristiwa tersebut, terungkap kejadian ini merupakan bagian dari simulasi penanganan unjuk rasa yang digelar Polsek Ciputat Timur.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. (m30)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Kebijakan WFH ASN di Tangsel Masih Tunggu Hasil Evaluasi |
|
|---|
| WFH ASN Tiap Jumat di Tangsel, Dilarang Bepergian hingga Terancam Sanksi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Rabu 8 April 2026: Sebagian Hujan Ringan |
|
|---|
| SIM Keliling di Tangerang Selatan Rabu 8 April 2026, Ada 2 Lokasi |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Sepeda Motor di Tangsel Akibat Lawan Arah, Dua Pengendara Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/SIMULASI-PENANGAN-MASSA-78.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.