Selasa, 28 April 2026

Banjir di Tangsel

Banjir Setinggi 2 Meter Masih Terjadi di Keranggan Tangsel, Warga Soroti Penyempitan Kali

Upaya penanganan banjir di jalan Jogja 2, Keranggan, Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten belum sepenuhnya menunjukkan hasil.

Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
BANJIR TANGSEL - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan meninjau lokasi banjir di Keranggan, Setu, dan memastikan penanganan berupa normalisasi drainase, pembangunan turap, serta koordinasi dengan pengembang untuk mengatasi banjir yang rutin (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico)   

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SETU - Upaya penanganan banjir di jalan Jogja 2, Keranggan, Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten belum sepenuhnya menunjukkan hasil.

Meski turap baru saja selesai dibangun sekitar tiga bulan lalu, warga masih harus berhadapan dengan banjir yang kerap datang saat hujan deras.

Pantauan TribunTangerang.com, tanggul di lokasi tersebut telah ditinggikan dan kini sudah terlihat lebih kokoh dibanding sebelumnya. Di sepanjang aliran kali juga telah dipasang dua unit mesin pompa yang saat ini berfungsi di pinggir aliran air.

Kondisi tanggul diketahui berada sekitar satu meter lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan di permukiman warga. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan banjir di kawasan tersebut.

Ketua RW 06 Keranggan, Yahya Sunarja mengungkapkan pemerintah telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk normalisasi kali dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir

Namun, ia menyebut persoalan di lapangan masih belum tuntas.

“Ya, ada. Tadi sudah disampaikan juga sama Bapak Wakil Wali Kota terkait progres banjir di sini. Dia akan melakukan normalisasi kali, dan dia juga akan langsung berkoordinasi dengan perumahan sebelah, karena di sana ada penyempitan kali,” ujar Yahya, Setu, Tangsel, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah kondisi aliran air yang menyempit serta pendangkalan kali di sekitar kawasan tersebut. Hal itu membuat air mudah meluap saat curah hujan tinggi.

“Semestinya harus seperti itu. Satu, penyempitan; yang keduanya ini memang harus normalisasi, karena ini kali sudah dangkal,” kata Yahya.

Banjir di kawasan ini bahkan bisa mencapai ketinggian yang cukup ekstrem. Warga menyebut air dapat naik hingga sekitar dua meter hanya dalam waktu singkat saat hujan berlangsung sepanjang hari.

"Kalau di sini tuh bisa dua meter. Itu kalau hujan sehari semalam saja, sudah air akan naik bahkan bisa sampai dua meter,” ungkapnya.

Meski demikian, Yahya menyebut kondisi surutnya air kini lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Hal itu dikarenakan adanya bantuan pompa yang turut dioperasikan bersama proyek turap yang baru dibangun.

“Kalau masalah surut sih cepat. Kayak kemarin itu sehari sudah surut karena sekarang sudah ada bantu pompa juga. Kalau dulu sebelumnya, lumayan lama surutnya,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Tangsel Janji Normalisasi Buntut Banjir Rendam Pemukiman Warga di Kranggan Setu

Turap yang baru selesai dibangun tersebut disebut sebagai bagian dari paket penanganan banjir di kawasan itu, termasuk sistem pompa air yang kini mulai digunakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved