Kenaikan Plastik Berdampak ke Makanan, Konsumen Mulai Resah
Warga Ciledug, Ergita Purnama mengaku mulai menyadari perubahan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Kenaikan harga makanan belakangan ini tidak selalu terlihat secara gamblang. Di balik angka yang naik, tersimpan perubahan seperti porsi yang menyusut atau kemasan yang semakin sederhana.
Warga Ciledug, Ergita Purnama mengaku mulai menyadari perubahan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Ia yang rutin membeli makanan di pedagang kaki lima merasakan ada perbedaan meski harga hanya naik sedikit.
“Kalau harga biasanya cuma naik seribu rupiah, tapi kalau diperhatikan, porsinya kadang lebih sedikit,” ujar Ergita Purnama di Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Ergita, perubahan tidak hanya terjadi pada isi makanan, tetapi juga pada kemasan.
Ia melihat penggunaan plastik kini cenderung lebih tipis atau diganti dengan bahan lain yang lebih sederhana.
“Plastiknya lebih tipis, kadang juga diganti yang kualitasnya beda. Jadi sebenarnya ada perubahan, cuma tidak langsung terasa di awal,” ujarnya.
Kenaikan harga bahan baku, termasuk plastik, menurutnya menjadi salah satu pemicu utama. Plastik yang selama ini menjadi komponen penting dalam pengemasan makanan mengalami kenaikan harga akibat gangguan rantai pasok global dan naiknya biaya produksi.
Ia mengungkapkan kenaikan harga plastik cukup membebani usaha kecil. Harga kemasan bisa naik secara bertahap dalam waktu singkat.
“Kalau langsung naikkan harga makanan, takut pelanggan lari. Jadi biasanya disiasati dari porsi atau kemasan,” jelasnya.
Ergita mengaku dirinya termasuk yang menyadari perubahan ini, tetapi memilih untuk memaklumi. Ia memahami pedagang juga berada dalam posisi sulit.
“Saya maklum, karena pasti semua juga kena dampaknya. Selama rasanya masih sama dan kualitasnya tidak turun jauh, saya masih bisa terima,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan ada batas toleransi sebagai konsumen. Jika perubahan dirasa terlalu signifikan, seperti porsi yang jauh berkurang atau rasa yang menurun, ia akan mempertimbangkan untuk mencari alternatif lain.
“Kalau sudah tidak sebanding, biasanya saya pindah beli ke tempat lain,” katanya.
| Harga Plastik di Kabupaten Tangerang Naik Gila-Gilaan, Pedagang Keluhkan Dampaknya |
|
|---|
| Pabrik Limbah Plastik di Tigaraksa Diduga Picu ISPA pada Bayi, Warga Mengeluh |
|
|---|
| Meski Sudah Operasi Plastik, Bandar Narkoba Ini Tetap Bisa Ditangkap, Hal Kecil Ini Jadi Alasannya |
|
|---|
| Kreatif! Petugas UPS Cengkareng Bikin Perahu Apung Bentuk Masjid dari 3.558 Botol Plastik Bekas |
|
|---|
| Mirip Kasus Arya Daru, Siswa SMP di Simalungun Sumut Tewas dengan Kepala Ditutup Plastik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Pedagang-Plastik-94ie8.jpg)