Kamis, 7 Mei 2026

18 Tahun Usaha Vendor Aman, Sekali Lengah Barang Puluhan Juta Raib

Usaha penyewaan perlengkapan acara yang telah dijalankan selama 18 tahun harus menghadapi cobaan berat setelah menjadi korban penipuan.

Tayang:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PENIPUAN - Penyewaan perlengkapan event di Tangerang Selatan menjadi korban dugaan penipuan setelah mengirimkan ratusan kursi dan blower tanpa pembayaran di muka dengan iming-iming acara fiktif yang mengatasnamakan kegiatan mahasiswa, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico)   

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT TIMUR - Usaha penyewaan perlengkapan acara yang telah dijalankan selama 18 tahun harus menghadapi cobaan berat setelah menjadi korban penipuan.

Siti Fatimah pemilik vendor Faimah Az Zahra Wedding mengungkapkan
kejadian ini menjadi pukulan bagi pemilik usaha yang selama ini mengandalkan kepercayaan dalam setiap transaksi.

Siti menceritakan, peristiwa itu bermula dari pesanan mendadak yang masuk melalui telepon. Pelaku mengaku sebagai panitia acara dan meminta pengiriman kursi serta blower dalam jumlah besar.

“Dia bilang dapat nomor saya dari klien wedding, jadi saya nggak curiga sama sekali,” ujar Siti kepada TribunTangerang.com, Ciputat Timur, Tangsel, Selasa (5/5/2026).

Seperti biasanya, ia tetap melayani pesanan tersebut karena menganggapnya sebagai peluang usaha. Terlebih, pengalaman panjang selama hampir dua dekade membuatnya terbiasa menghadapi berbagai jenis pelanggan.

“Usaha ini sudah 18 tahun jalan, baru kali ini saya kena kejadian begini,” katanya.

Pada hari pengiriman, korban bersama tim mengantarkan ratusan kursi dan beberapa unit blower ke lokasi yang telah ditentukan. Seluruh barang diturunkan sambil menunggu pihak penyewa datang untuk serah terima.

Namun, situasi berubah ketika tidak ada satu pihak yang muncul di lokasi. Pelaku hanya berkomunikasi lewat telepon dan terus meyakinkan dirinya sedang dalam perjalanan.

“Kita tunggu lama, tapi dia bilang masih kerja dan nggak bisa ditinggal,” ungkap Siti.

Di tengah penantian tersebut, korban dihadapkan kondisi keluarga yang mendesak. Ia harus menjenguk kerabat yang sedang sakit di rumah sakit, sehingga terpaksa meninggalkan lokasi.

"Waktu itu memang lagi ada keluarga yang sakit, jadi kita harus ke rumah sakit. Di situ mungkin saya jadi lengah,” tuturnya.

Baca juga: Dicatut untuk Acara MBG, Modus Penipuan Vendor di Tangsel Diduga Berulang

Sebelum pergi, korban sempat memastikan kondisi barang melalui dokumentasi video. Ia tetap berkomunikasi dengan pelaku yang menjanjikan pembayaran akan segera dilakukan.

“Dia bilang invoice saja dikirim, nanti diusahakan payment. Saya masih percaya,” katanya.

Namun beberapa jam kemudian, kenyataan pahit terungkap. Saat korban kembali ke lokasi, sebagian besar barang yang sebelumnya dikirim sudah tidak berada di tempat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved