TOPIK
Ledakan Amunisi di Garut
-
Peristiwa ini sungguh mengagetkan karena sudah beberapa kali pemusnahan amunisi dilakukan dan berjalan baik
-
Dia mengaku dibayar Rp150.000 per hari untuk membantu TNI melakukan pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut
-
Dia dan belasan orang lainnya meninggal diduga karena terkena dampak dari ledakan amunisi yang meledak saat pemusnahan amunisi tidak layak pakai
-
Johanes mengaku ikhas putra keempatnya tersebut gugur saat bertugas memusnahkan amunisi kedadaluwarsa di Garut, Senin (12/5/2025)
-
Satu di antara korban yang meninggal adalah Kolonel CPL Antonius Hermawan. Kolonel CPL Antonius Hermawan adalah kepala gudang amunisi Angkatan Darat.
-
Kolonel Cpl Antonius satu di antara 13 orang yang tewas karena terkena ledakan amunisi. Diketahui, amunisi meledak saat pemusnahan amunisi
-
Empat jenazah anggota TNI yang menjadi korban ledakan saat pemusnahan amunisi kadaluwarsa di Garut, Jawa Barat, diberangkatkan ke Jakarta dan Bekasi.
-
Mereka meninggal terkena ledakan amunisi yang meledak saat pemusnahan amunisi kadaluarsa itu dilakukan di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong
-
Amunisi yan diduga morti tersebut tersusun rapi di tanah di sekitar 'sumur'. Amunisi tersebut berukuran besar dengan panjang sekitar 20 centimeter.
-
Diketahui Sebanyak 13 orang meninggal akibat ledakan amunisi di Garut di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Senin (12/5/2025)
-
Setelah sebelumnya ada 11 korban meninggal, kini tercatat ada 13 orang meninggal. Mereka diketahui korban dari ledakan amunisi aktivitas pemusnahan
-
Ledakan itu terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi
-
Sebuah ledakan dahsyat terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
-
Pemusnahan amunisi yang digelar di di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat berubah menjadi petaka.