Minggu, 12 April 2026

Kabinet Jokowi

PAN Gabung Koalisi, Menteri Non Partai Diprediksi Siap-siap Angkat Kaki

Menurutnya, kursi menteri yang diduduki profesional justru berpotensi digeser untuk mengakomodasi masuknya PAN.

Editor: Yaspen Martinus
Sekretariat Kabinet
Pengamat menilai jatah kursi menteri partai saat ini tidak akan mengalami perubahan, hanya akan ada penambahan dari PAN yang mengambil kursi menteri non partai. 

TRIBUNTANGERANG, JAKARTA - Ujang Komarudin, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta mengatakan, posisi menteri partai lebih aman dari reshuffle ketimbang menteri non partai.

Bahkan, dia melihat kursi menteri PKB bakal dipertahankan dan tak diutak-utik, dengan pertimbangan Nahdlatul Ulama selama ini mendukung penuh Jokowi.

"Soal Kementerian Desa di mana kader PKB ada, mungkin tak diganti."

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Usai PAN Gabung Pemerintah, Keputusan Presiden Jadi Sikap PKB

"Karena dia orang partai, dan kita tahu PKB dan NU selalu mem-back up penuh Jokowi," kata Ujang, ketika dihubungi Tribunnews.

Menurutnya, kursi menteri yang diduduki profesional justru berpotensi digeser untuk mengakomodasi masuknya PAN.

Akan tetapi, kemungkinan lain bisa terjadi karena otoritas tetap berada di tangan Presiden.

Baca juga: Dirawat di RS Polri Kramatjati, Yahya Waloni Sakit Pembengkakan Jantung

"Yang memungkinkan digeser untuk akomodasi PAN masuk kabinet, yaitu kementerian UMKM, Perhubungan, ESDM, atau bisa juga Kesehatan."

"Namun semuanya tergantung Jokowi, karena Jokowi yang punya otoritas dan hak prerogatif soal geser-menggeser dan mengganti menterinya," tutur Ujang.

Hendri Satrio, pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, sepakat dengan analisis Ujang.

Baca juga: Menteri Agama: Semua Penghina Simbol Agama Harus Diproses Hukum

Menurut Hendri, kalangan profesional lah yang berpotensi digeser oleh Presiden.

Dia juga menilai jatah kursi menteri partai saat ini tidak akan mengalami perubahan, hanya akan ada penambahan dari PAN yang mengambil kursi menteri non partai.

"Yang potensi digeser untuk mengakomodasi PAN itu kemungkinan besar kementerian yang diisi profesional."

Baca juga: Agung Mozin Mundur dari Partai Ummat, Waketum: Sudah Janji Antarkan Sampai ke Kemenkumham, Selesai

"Yang jelas jatah parpol yang sudah ada sekarang enggak akan ada perubahan."

"Justru tempat profesional yang akan diberikan satu kursi untuk PAN," kata Hendri, ketika dihubungi.

Founder lembaga survei KedaiKOPI itu menyebut kemungkinan besar PAN akan mengisi Kementerian Koperasi dan UMKM.

Baca juga: Ada 48 Obligor dan Debitur BLBI tapi Cuma Tommy Soeharto yang Disebut, Dugaan Politisasi Muncul

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved