Sosok
Hadi Muhammad Asal Pamulang Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah dari Daun Jati Rontok
Hadi Muhammad saat di rumah saja memiliki banyak waktu untuk menghasilkan karya seni yang bernilai jutaan rupiah.
Penulis: Rizki Amana | Editor: Intan UngalingDian
TRIBUNTANGERANG.COM, PAMULANG - Pemerintah mengimbau masyarakat tetap di rumah saat pandemi Covid-19 sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.
Justru di rumah saja malah membuat Hadi Muhammad (19), asal Pamulang, Kota Tangerang Selatan, menjadi kreatif.
Hadi Muhammad saat di rumah saja memiliki banyak waktu untuk menghasilkan karya seni bernilai jutaan rupiah.
Karya seninya berupa gambar siluet dilukisnya di atas media limbah daun jati kering.
Dia menamakan karya seninya tersebut dengan Cutting Siluet Daun Jadi Rontok.
"Paling pertama, daun jati rontok secara natural paling bagus masih bisa saya gambar," kata Hadi Muhammad kepada Tribuntangerang.com, saat ditemui di rumahnya, Benda Baru, Pamulang, Selasa (7/9/2021).
"Dan alat-alatnya cuman perlu cutter saja sama pensil buat sketsa," katanya lagi.
Baca juga: PKL Hingga Pemilik Warung dan Warteg Bakal Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta, Khusus Wilayah PPKM Level 3-4
Baca juga: Meisya Siregar Pilih Waktu Tepat agar Buah Hati Tertarik Mendengar Dongengnya
Karya tersebut diciptakan Hadi Muhammad bermula dari kecintaannya terhadap dunia seni lukis.
Ditambah kepiawaian melukis wajah seseorang atau objek lainnya yang telah dimilikinya sejak kanak-kanak.
"Kalau gambar itu kakek saya pelukis, bapak saya juga bisa melukis jadi mungkin turunan," ujarnya.
Ketika bosan melukis di atas media kanvas, dia pun mencoba menuangkan keterampilannya tersebut pada media limbah daun.
Idenya itu terinspirasi dari seniman luar negeri yang melukis pada media limbah daun.
Seniman tersebut kerap menunjukkan proses pembuatan karyanya itu melalui video yang bisa diunggahnya pada media YouTube.
"Awalnya terinspirasi dari postingan seniman luar negeri pada sosial media di instagram, waktu itu dia melukis juga di atas daun dan di-cutting, tapi bedanya daun yang digunain itu daun mapple," kata Hadi.
Menurutnya, butuh waktu beberapa bulan untuk memelajari karya seni melukis siluet pada media daun jati.
Baca juga: Sekda Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid Buka Pelatihan Kerja Sektor Industri
Baca juga: SMAN 14 Kota Tangerang Gelar Uji Coba PTM di Sekolah saat Belum Semua Siswa Vaksinasi Covid-19
Tak jarang kebosanan melandanya karena tak dapat menghasilkan karya sesuai bayangan atau imajinasinya.
"Dari situ saya tertarik lihat seni cutting daun jati itu, akhirnya saya mencoba dan gagal terus, sempat ditinggal juga. Akhirnya dicoba lagi dan saya coba tekuni dan akhirnya saya bisa," ujarnya.
Tantangan lain setelah mampu menguasai teknik lukis tersebut, dia kembali kesulitan mencari limbah daun jati.
Dia mencari limbah daun jati yang masih baik hingga ke wilayah perbatasan Kota Tangsel.
Limbah daun jati yang dipilihnya tidak sembarangan untuk dapat menghasilkan karya seninya.
"Carinya di Pamulang, sampai Depok ya muter-muterlah dari daerah Tangsel seluruhnya, terus saya cari."
"Jadi benar-benar daun yang natural rontok sendiri dari pohon dan memang enggak saya ambil yang hijau saya keringin," kata Hadi.
"Jadi saya pilih yang benar-benar bisa saya pakai yang benar-benar bentuknya presisi bagus, kalau masih bolong-bolong sedikit lagi dia masih bagus masih bisa saya pakai."
"Kecuali kalau sudah rusak hancur, itu enggak bakal bisa saya pakai," ucapnya.
Baca juga: Nikita Mirzani Minta Dipo Latief Sadar : Benar ya Benar, Salah ya Salah !
Baca juga: Dipo Latief Ajukan Gugatan Praperadilan Kasus Penggelapan Barang Ditolak Hakim
Setelah menemukan lokasi pohon jati, dia tak terlalu kesulitan mencari limbah daun jati rontok lagi.
Sejumlah wajah tokoh nasional, pemimpin daerah, musisi, hingga artis dituangkan di atas daun jati kering.
Waktu luangnya yang berlimpah karena belum memiliki pekerjaan tetap mengingat lowongan pekerjaan sulit saat pandemi Covid-19, dia memanfaatkan untuk terus melukis.
Setelah menghasilkan karya tersebut, dia mulai menampilkan karya seninya melalui akun instragam pribadi dan mengaitkan ke akun sosok yang dilukisnya.
Alhasil, sang akun tokoh itu mengirim pesan secara pribadi di akun instagramnya tersebut untuk membeli hasil karyanya.
Saat itu, Hadi mulai memberanikan memasarkan karya lukisan siluet media daun jati rontok itu ke publik melalai akun instagram @cuttingsiluetdaunjatirontok.
Satu per satu pesanan pun datang baik dari Jabodetabek hingga luar Jabodetabek.
"Luar kota, Balikpapan, Jepara, dari Sulawesi, dari luar kota banyaklah," katanya.
Dari hasil kreativitasnya itu, dia meraup puluhan juta rupiah setelah beberapa bulan terakhir memasarkannya.
Hasil karya seninya itu dipatok dari hari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.
Nominal harga ditentukan berdasarkan ukuran limbah daun jati hingga tingkat kesulitan melukis yang diminta pemesan..
"Mulai dari Rp 500.000 sampai jutaan, ditentukan dari ukuran yang kecil sampai ukuran besar dari tingkat kesulitan juga pengaruh juga sama harga."
"Omzetnya enggak menentu, selama kita jalani ini omzetnya sudah puluhan juta," katanya.
Dia berharap, pemerintah setempat memberi kesempatan kepada masyarakat mengembangkan kreativitas menghasilkan karya seni.
"Harapannya buat saya pribadi, saya ingin lebih berkembang lebih baik lagi. Kalau untuk wilayah saya saat ini seniman-seniman dikasih panggung untuk mereka berkarya agar lebih eksis lagi," ujar Hadi Muhammad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Hadi-Muhammad179.jpg)