Minggu, 19 April 2026

Kebakaran

Political Will dan Anggaran Dinilai Jadi Kunci Selesaikan Masalah Lapas

Dukungan politik dan anggaran ini yang selalu didengungkan terutama oleh DPR, tetapi juga masih setengah hati.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com/Andri Donnal Putera
Salah satu kunci penting untuk menyelesaikan masalah pelik terkait manajemen lapas adalah political will. 

TRIBUNTANGERANG, JAKARTA - Adib Miftahul, pengamat politik dan kebijakan publik Universitas Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang mengatakan, kebakaran Lapas Kelas I Tangerang seolah menunjukkan hak asasi manusia warga binaan begitu murah.

Adib menilai peristiwa kebakaran yang diduga karena konsleting listrik tersebut, justru semakin menunjukkan pemerintah tak serius menangani warga binaan di penjara.

Sebab, sudah begitu banyak masalah di lapas, seperti bangunan tak layak, kelebihan penghuni, hingga fasilitas minim yang seolah tak bisa diselesaikan.

Baca juga: Merasa Bukan Domainnya, Bareskrim Limpahkan Surat Aduan ICW Soal Lili Pintauli Siregar kepada KPK

"Sebagus apapun manajemen pengelolaan lapas kalau gedungnya tua, fasilitas banyak tak layak, didukung dengan minimnya teknologi, jangan kaget kalau kejadian seperti ini bakal terulang lagi."

"Nah, di sini penting soal dukungan anggaran," kata Adib ketika dihubungi, Jumat (10/9/2021).

Adib juga menambahkan, salah satu kunci penting untuk menyelesaikan masalah pelik terkait manajemen lapas adalah political will.

Baca juga: Moeldoko: Apakah Sebagai Warga Negara Saya Tidak Berhak Menuntut Keadilan Secara Hukum?

Dukungan politik dan anggaran ini yang selalu didengungkan terutama oleh DPR, tetapi juga masih setengah hati.

"Political will dan dukungan anggaran sangat penting."

"Kan anggota DPR itu kalau reses sering kan kunjungan kerja ke lapas."

Baca juga: Komnas HAM: Jangan Sampai Korban Kebakaran Lapas Tangerang Tetap Bersatus Napi Saat Dimakamkan

"Mereka sudah tahu betul apa yang terjadi di lapas."

"Kalau masalah di lapas tak bisa diselesaikan, ya setengah hati," tuturnya.

Adib juga berpendapat, lapas adalah tempat memanusiakan warga binaan yang tengah menjalani masa hukuman, agar menjadi manusia yang bermanfaat di kemudian hari.

Baca juga: Jawa-Bali Sumbang 67,76 Persen Kasus Covid-19 Nasional, dan Berkontribusi 94,34 % Kasus Sembuh

"Nah, ini seharusnya sejalan dengan revolusi mental yang menjadi prioritas presiden."

"Walaupun mereka bersalah secara hukum, tetapi mereka adalah manusia."

"Negara berkewajiban menjaga mereka. Memperbaiki mereka jadi orang baik lagi," tegasnya.

Baca juga: Data Antemortem Minim Bikin Tim DVI Sulit Identifikasi Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved