Senin, 11 Mei 2026

Kesehatan

Baik Buruk Karbohidrat dalam Asupan Makanan, Ini Bukti Penelitian Terbaru

Makanan mengandung karbohidrat seperti kacang polong dan kacang-kacangan, biji-bijian, susu dan produk susu, buah-buahan, dan sayuran.

Tayang:
Penulis: Intan UngalingDian | Editor: Intan UngalingDian
Greenletes
Ilustrasi makanan mengandung karbohidrat seperti biji-bijian, umbi-umbian, dan sayuran. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Ada kekhawatiran masyarakat bahwa mengonsumsi makanan karbohidrat dapat merugikan kesehatan.

Selain itu, pola makan atau diet yang menerapkan rendah karbohidrat menjadi populer untuk menurunkan berat badan.

Karbohidrat merupakan salah satu dari tiga makronutrien terjadi secara alami dalam makanan nabati.

Makanan mengandung karbohidrat seperti kacang polong dan kacang-kacangan, biji-bijian, susu dan produk susu, buah-buahan, dan sayuran.

Dua makronutrien lainnya yakni lemak dan protein makanan.

Karbohidrat dinilai sebagai nutrisi penting.

Artinya, seseorang harus mengonsumsi karbohidrat dari asupan makanannya.

Tubuh membutuhkan karbohidrat agar berfungsi baik karena berfungsi sebagai sumber energi utama.

Baca juga: 10 Makanan Khas Daerah Tangerang yang Wajib Dicicipi Saat Traveling

Jenis karbohidrat

Ada tiga jenis karbohidrat yakni gula, pati, dan serat makanan.

Karbohidrat dibagi dua yakni karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks, tergantung pada jumlah dan jenis molekul gula — seperti glukosa.

Karbohidrat sederhana disebut juga 'gula sederhana,' gula atau sakarida.

Karbohidrat itu mengandung antara molekul gula yang terdapat  dalam buah-buahan, sayuran, dan produk susu.

Beragam makanan itu memiliki satu atau dua molekul gula disebut monosakarida dan disakarida.

Sedangkan yang mengandung hingga 10 molekul gula disebut oligosakarida.

Laktosa — gula utama dalam susu hewan — yakni disakarida terdiri atas monosakarida glukosa dan galaktosa.

Oligosakarida merupakan karbohidrat prebiotik menengah yang ada dalam makanan kaya serat dan ASI.

Baca juga: 5 Mitos Kesehatan Kulit, Ada Kesalahahpahaman dalam Perawatan Kulit

Karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks terdiri atas polisakarida, rantai molekul gula yang lebih panjang dan rumit termasuk pati dan serat makanan.

Pati adalah karbohidrat yang tersimpan dalam kacang polong dan kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran.

Manfaat pati antara lain memberi energi tubuh.

Serat makanan menjadi bagian tanaman yang tidak dapat dicerna.

Serat itu terdapat dalam biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Kacang-kacangan seperti kacang polong dan kacang-kacangan — yang membantu kesehatan usus.

Baca juga: Manfaat Pisang Barangan yang Jarang Diketahui, Terutama untuk Kesehatan Pencernaan

Apakah ada karbohidrat 'sehat' dan 'tidak sehat'?

Karbohidrat sering mendapat nilai buruk karena asosiasi konsumsi berlebihan dengan penambahan berat badan, obesitas, sindrom metabolik, dan diabetes.

Fenomena itu oleh para peneliti disebut carbotoxicity, yang menyebutkan, konsumsi berlebihan karbohidrat bisa menyebabkan penyakit kronis.

Lantas, diet rendah karbohidrat menjadi populer bagi terutama mereka yang ingin menurunkan berat badan atau mengelola kadar gula darah.

Namun, penelitian lain menunjukkan, kualitas karbohidrat yang dikonsumsi orang sama pentingnya dengan kuantitas.

Temuan itu menunjukkan bahwa semua karbohidrat 'diciptakan sama', ada beberapa pilihan yang lebih baik untuk kesehatan.

Karbohidrat dianggap orang tidak sehat karena kurang bergizi.antara lain terutama terdapat dalam karbohidrat olahan, seperti beras dan tepung yang dipoles, minuman manis seperti soda dan jus

Selain itu, makanan ringan termasuk kue kering mengandung karbohidrat tidak sehat.

Baca juga: 5 Mitos Kesehatan Kulit, Ada Kesalahahpahaman dalam Perawatan Kulit

Menurut penelitian, diet asupan tinggi karbohidrat dan lebih sedikit pilihan lebih bergizi dapat meningkatkan peradangan dan ketidakseimbangan hormon pada orang dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Konsumsi berlebihan gula tambahan sederhana dikaitkan dengan peningkatan risiko resistensi insulin.

Penelitian membedakan bahwa gula tambahan dan gula sederhana terjadi secara alami dalam makanan tidak memiliki efek negatif yang sama.

Studi 2018 menyarankan bahwa sumber gula alami, seperti madu efektif dalam mengurangi kadar gula darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Penelitian muncul terus menyoroti efek kesehatan merugikan dari makanan karbohidrat tidak sehat ini.

Para ahli merekomendasikan makan makanan seimbang terutama terdiri atas makanan bergizi.

Termasuk jenis karbohidrat ini hanya dalam jumlah sedang.

Baca juga: Nagita Slavina Hamil Anak Kedua Makin Cantik, Perawatan Biasa tanpa Neko-neko

Karbohidrat sehat

Sumber karbohidrat padat nutrisi dianggap sehat seperti buah-buahan yakni pisang, apel, dan beri.

Sayuran non-tepung, seperti bayam, wortel, dan tomat. Serta biji-bijian utuh terdapat dalam tepung gandum utuh, beras merah, dan quinoa.

Kacang polong dan kacang-kacangan, seperti kacang hitam, kacang lentil, atau garbanzo kacang.

Susu dan produk susu, seperti susu rendah lemak, yogurt, dan keju.

Penelitian menghubungkan diet kaya karbohidrat kompleks — seperti diet Mediterania — dengan manfaat anti-inflamasi, menurunkan resistensi insulin, dan mengurangi risiko penyakit kronis.

Peneliti mengaitkan banyak manfaat ini dengan kandungan serat makanan dari karbohidrat kompleks.

Misalnya, serat makanan dalam buah utuh meningkatkan berat badan jangka panjang.

Serta membantu buang air besar secara teratur dan penuaan secara sehat.

Meningkatkan kualitas diet dengan memasukkan lebih banyak karbohidrat kompleks.

Serat makanan dapat mengarah pada peningkatan beberapa efek PCOS, seperti resistensi insulin dan peningkatan androgen.

Penelitian tahun 2020 menemukan bahwa serat makanan dalam gandum memberi manfaat kesehatan.

Manfaat gandum seperti pengurangan risiko penyakit jantung, gangguan usus, kanker, dan diabetes. (Medical News Today)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved