Jumat, 24 April 2026

Kesehatan

Terapi Obat Pasien Kanker Hati dari Roche Indonesia Meningkatkan Harapan Hidup Lebih Lama

Obat imunoterap atezolizumab kombinasi bevacizumab telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Intan UngalingDian
Digestive & Liver Surgery
Ilustrasi seseorang menderita kanker hati. Saat ini, ada pengobatan untuk pasien kanker hati yang bisa memperpanjang hidup dari Roche Indonesia. 

Sedangkan di Indonesia terdapat lebih dari 21.000 pasien kanker hati. 

Sebanyak 90 persen dari kasus itu kanker hati primer yakni kanker sel hati (karsinoma sel hati/hepatoseluler karsinoma/HCC).

Publikasi retrospektif dari rumah sakit tersier (Rumah Sakit Umum Nasional Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Nasional Kanker Dharmais) mencatat antara Januari 2015 hingga November 2017, tingkat kematian pasien karsinoma sel hati sebesar 48,2 persen.

Dari tingkat kematian itu di antaranya terdapat 23,4 persen pasien meninggal dalam rentang waktu 6 bulan setelah terdiagnosis.

Menurut DR Dr Irsan Hasan SpPD-KGEH FINASIM,  karsinoma sel hati merupakan salah satu tipe kanker hati utama paling umum dengan prognosis (perjalanan penyakit) sangat buruk. 

"Salah satu penyebab tingginya tingkat mortalitas ini adalah terlambatnya diagnosis, sehingga sebagian besar pasien datang sudah dalam kondisi stadium lanjut," kata  Irsan dalam kesempatan sama.

Dia mengatakan, meskipun angka kejadian karsinoma sel hati tinggi, pasien hanya memiliki pilihan terbatas untuk pengobatan yang berdampak pada tingkat kematian  tinggi.

"Sebagian besar pasien karsinoma sel hati di Indonesia datang ketika sudah masuk stadium lanjut, sementara pilihan pengobatan yang ada sangat terbatas," kata Irsan. 

Data menunjukkan, selama 15 tahun (1998-1999 dibandingkan 2013 - 2014) tidak ada perubahan angka kesintasan signifikan untuk pasien kanker hati. 

"Pasien saat ini terus berharap akan adanya pengobatan transformatif yang bisa meningkatkan harapan hidupnya," kata dokter spesialis penyakit dalam, Konsultan Gastroentero Hepatologi, dan Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) itu.

Irsan menambahkan, disetujuinya obat imunoterapi atezolizumab kombinasi bevacizumab sebagai imunoterapi pertama untuk pengobatan pasien kanker hati tipe karsinoma sel hati stadium lanjut.

Harapannya, ada perbaikan kesintasan pasien kanker hati lebih tinggi. 

"Kami sangat berharap agar pengobatan baru ini dapat menjangkau pasien yang membutuhkan sehingga kita dapat menekan angka kematian akibat kanker hati," katanya.

Baca juga: Deteksi dan Penanganan Dini Kanker Prostat pada Pria Dewasa Perpanjang Usia hingga 10 Tahun

Pemeriksaan dini

Seorang pasien kanker hati, Evy Rachmad berharap, pengobatan kanker hati dapat ditanggung pemerintah, termasuk obat-obatan terbaru seperti imunoterapi kanker.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved