Sabtu, 25 April 2026

Kesehatan

Terapi Obat Pasien Kanker Hati dari Roche Indonesia Meningkatkan Harapan Hidup Lebih Lama

Obat imunoterap atezolizumab kombinasi bevacizumab telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Intan UngalingDian
Digestive & Liver Surgery
Ilustrasi seseorang menderita kanker hati. Saat ini, ada pengobatan untuk pasien kanker hati yang bisa memperpanjang hidup dari Roche Indonesia. 

"Selama ini semua biaya pengobatan saya tanggung sendiri dan tidak masuk dalam BPJS," ujar Evy.

Harapan lainnya, dia bisa mendapat informasi lengkap tentang penting memeriksa risiko kanker hati secara rutin, tahapan penyakit dan  pengobatan.

"Sehingga kami sebagai pasien jelas tentang penanganan kanker hati yang kami alami," kata Evy Rachmad yang juga anggota komunitas CISC (Cancer Information and Support Center).

sKeluarga pasien kanker hati, Erla Watiningsih, mengatakan, suaminya telah meninggal dalam jangka waktu setahun setelah terdiagnosis kanker hati. 

Erla yang pendiri Komunitas Peduli Hepatitis menambahkan, pembelajaran yang didapatkan penting sekali melakukan pemeriksaan rutin untuk pasien  risiko tinggi kanker hati di antaranya hepatitis B.

"Harapan saya adalah terbentuknya sinergi antara berbagai pihak baik pemerintah, dokter, rumah sakit maupun komunitas untuk peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai deteksi dini kanker hati,” ujar  Erla Watiningsih.

Terkait deteksi dini tersebut, Dr dr Agus Susanto Kosasih SpPK(K) MARS - Spesialis Patologi Klinis ini memaparkan, semakin cepat dideteksi, maka semakin cepat mendapat penanganan tepat. 

Prognosa kanker hati juga akan semakin baik karena masyarakat berisiko harus rutin melakukan tes atau disebut surveilans untuk mendeteksi kanker hati.

"Dengan perkembangan kemajuan teknologi kesehatan, hasil pemeriksaan bagi pasien juga kini dapat lebih akurat dalam bantuan diagnosis kanker hati," kata Agus.

Dieteksi dini juga menjadi kunci dalam perbaikan kesintasan pasien kanker hati. 

"Untuk itu, pemeriksaan rutin pada pasien yang memiliki risiko tinggi seperti pasien hepatitis B dan C harus menjadi perhatian," ujar  Agus. 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved