Breaking News:

Amandemen UUD 1945

78 Persen Responden yang Disurvei SMRC Ogah UUD 1945 Diamandemen

Sebanyak 78 persen publik tidak menginginkan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 diamandemen.

Editor: Yaspen Martinus
BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak setuju wacana masa jabatan Presiden ditambah menjadi tiga periode dan dipilih oleh MPR. 

TRIBUNTANGERANG, JAKARTA - Sebanyak 78 persen publik tidak menginginkan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 diamandemen.

Kesimpulan ini muncul dalam survei opini publik yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), bertajuk ‘Sikap Publik Nasional terhadap Amandemen UUD 1945’ secara virtual, Jumat (15/10/2021).

Dalam presentasi hasil survei yang disampaikan Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas, ditemukan mayoritas warga (66 persen) menilai UUD 1945 adalah rumusan terbaik, dan tidak boleh diubah atas alasan apapun bagi Indonesia yang lebih baik.

Baca juga: Kubu AHY Bilang Jhoni Allen Marbun Ingin Balik lagi ke Partai Demokrat, Kuasa Hukum: Fitnah

Ada 12 persen yang menilai walaupun UUD 1945 buatan manusia, dan karena itu mungkin ada kekurangan, sejauh ini paling pas bagi kehidupan Indonesia yang lebih baik.

“Sehingga total ada 78 persen.”

“Dua sikap ini menunjukkan bahwa publik tidak ingin ada perubahan atau amandemen pada UUD 1945 atau Konstitusi Republik Indonesia," tutur Abbas.

Baca juga: Mantan Pegawai KPK Niat Bikin Partai, Pengamat Ingatkan Beratnya Tantangan Jika Ingin Ikut Pemilu

Sementara, dukungan atas amandemen datang dari minoritas warga.

Hanya ada 11 persen yang berpendapat beberapa pasal dari UUD 1945 perlu diubah atau dihapus, dan ada 4 persen yang menilai UUD 1945 sebagian besar harus diubah.

Masih ada 7 persen yang menjawab tidah tahu.

Baca juga: Fadli Zon Usul Densus 88 Dibubarkan, Peneliti LIPI: Kalau Ada Bom Jangan Mengeluh

Sikap publik yang tidak menghendaki adanya amandemen UUD ini terlihat dominan pada setiap massa pemilih partai, maupun pemilih Capres 2019.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved