Breaking News:

Sidang Muhammad Azis Syamsuddin

Hakim Peringatkan Azis Syamsuddin Tidak Minta Bantuan Orang Supaya Bisa Lepas dari Proses Pengadilan

Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhammad Azis Syamsuddin jalani sidang dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. 

Editor: Sigit Nugroho
Tribunnews.com
Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhammad Azis Syamsuddin jalani sidang dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhammad Azis Syamsuddin jalani sidang dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. 

Sidang itu digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12/2021).

Sidang itu dipimpin oleh Hakim Ketua Mochamad Damis.

Dalam persidangan itu, Hakim Ketua Mochamad Damis meminta Azis tidak mencari-cari orang untuk membantunya dalam persidangan itu.

Baca juga: Pembangunan Sumur Resapan Berpolemik, DPRD DKI: Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Baca juga: Bongkar di Depan Komisi VI DPR, Kementerian BUMN Sebut Angkasa Pura I Punya Utang Rp35 Triliun

Baca juga: Ternyata Ada 6 Anggota Pemuda Pancasila yang Keroyok Polisi di Unjuk Depan Gedung DPR RI

"Saudara terdakwa [Azis] saya ingin mengingatkan beberapa hal pada saudara. Yang pertama, saudara hadapi saja masalah ini. Tidak usah berpikir untuk mengurus perkara saudara, apalagi kalau berpikir untuk melakukan pendekatan-pendekatan ke majelis hakim," kata Damis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12/2021).

Hakim bakal menyiapkan jadwal persidangan dalam kasus ini. 

Sejumlah saksi juga sudah diminta dihadirkan untuk membuktikan dugaan suap yang dilakukan Azis.

Hakim berjanji akan menindak Azis sesuai fakta persidangan. 

Azis diminta untuk menerima nasibnya setelah hakim mengetuk palunya dalam putusan kasus nanti.

BERITA VIDEO: Keributan Penumpang Dalam Kabin Pesawat yangGagal Landing di Bali

"Yang pasti kalau saudara terbukti, ya kita akan nyatakan terbukti, kalau tidak ya kita nyatakan tidak terbukti dan akan saudara dibebaskan dan lain-lain," ujar Damis.

Azis Syamsuddin didakwa memberi suap senilai Rp 3,099 miliar dan 36.000 dolar AS sehingga totalnya sekitar Rp 3,619 miliar kepada eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain terkait pengurusan penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

"Muhammad Azis Syamsuddin telah memberi uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp 3.099.887.000 dan 36.000 dolar Singapura kepada Stepanus Robin Pattuju selaku penyidik KPK dan Maskur Husain dengan maksud supaya dibantu mengurus kasus yang melibatkan terdakwa dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12/2021).

Atas perbuatan itu, Azis Syamsuddin didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved