Breaking News:

Demo Buruh

Demo Buruh di Tangerang Hari Ini, 10 Ribu Massa ke Pemprov Banten, 2 Ribu ke Istana Presiden

Menurutnya, jika tuntutan tersebut tidak dapat terpenuhi, akan berdampak luas pada pemenuhan kebutuhan hidup yang tidak layak bagi kaum buruh.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNTANGERANG/GILBERT SEM SANDRO
Ribuan buruh di Kota Tangerang melakukan aksi unjuk rasa dengan konvoi menuju Istana Kepresidenan   

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Belasan ribu buruh dari berbagai kelompok di Kota Tangerang menggelar aksi unjuk rasa pada hari ini, Rabu (8/12/2021).

Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Maman Nuriman mengatakan, sebanyak 12 ribu buruh diturunkan pada hari ini untuk melakukan demonstrasi menuntut kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten pada dua tempat.

Sebanyak 10 ribu buruh dikerahkan untuk mengepung Kantor Gubernur Banten, yang berada di Serang, sementara dua ribu lainnya menjalankan unjuk rasa di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

"Hari ini kami dari Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) menggelar aksi unjuk rasa di dua titik, pertama menggeruduk kantor Pemprov Banten dan juga mendatangi Istana Negara," ujar Maman Nuriman saat diwawancarai TribunTangerang, Rabu (8/12/2021).

"Total ada 12 ribu buruh gabungan dari berbagai kelompok dan serikat yang kami kerahkan untuk berunjuk rasa dan lebih banyak jumlah kami itu ke kantor Gubernur Banten, Wahidin Halim," imbuhnya.

Kemudian Maman juga menjelaskan, tuntutan para buruh dalam aksi demonstrasi tersebut masih sama seperti sebelumnya.

Yakni menuntut kenaikan upah minimum Kota Tangerang (UMK) di 2022 sebesar 13,5 persen dari upah yang mereka terima di tahun 2021 ini.

Besaran persentase kenaikan upah itu diminta oleh para buruh, lantaran telah melakukan survei pada pasar tradisional dan juga merasa kondisi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Tangerang semakin membaik, pasca diterpa pandemi Covid-19.

Menurutnya, jika tuntutan tersebut tidak dapat terpenuhi, akan berdampak luas pada pemenuhan kebutuhan hidup yang tidak layak bagi kaum buruh.

Baca juga: Cara Cek Penerima BSU Rp1 Juta Lewat bsu.kemnaker.go.id atau WhatsApp dan Cara Pencairannya

Baca juga: Kisah Keluarga Komplotan Copet Asal Jakarta Beraksi di Sirkuit Mandalika, Ayah, Ibu, Anak, Tersangka

"Memang sekarang pertumbuhan ekonomi sudah lebih membaik dibandingkan dengan pandemi kemarin, akan tetapi sekarang kondisinya harga kebutuhan pokok seperti sembako, tarif dasar listrik, sewa kontrakan dan lainnya sedang melonjak," kata dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved