Breaking News:

Tangerang Raya

MIRIS! Tak Layak Huni, Siswa SMPN 6 Kota Tangsel Terpaksa Belajar di Luar Ruangan

Wakil Kepala SMPN 6 Kota Tangsel, Aep Saipul mengaku pihaknya terpaksa memindahkan ruang belajar para pelajarnya tersebut ke ruang sementara. 

Penulis: Rizki Amana | Editor: Mohamad Yusuf
Tribun Tangerang/Rizki Amana
Atap gedung SMPN 6 Kota Tangsel rusak dan nyaris roboh. Sejak dibangun tahun 1992, gedung SPN 6 Kota Tangsel tidak pernah dilakukan perbaikan atau renovasi. 

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Nasib malang dialami sejumlah pelajar Kelas IX SMPN 6 Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Pasalnya para pelajar tersebut tak lagi dapat melakukan kegaiatan belajar mengajarnya usai atap ruang kelasnya rusak parah hingga nyaris runtuh. 

Wakil Kepala SMPN 6 Kota Tangsel, Aep Saipul mengaku pihaknya terpaksa memindahkan ruang belajar para pelajarnya tersebut ke ruang sementara. 

Bahkan kata ia sejumlah pelajar terpaksa menggunakan ruang aula sementara agar terhentinya kegiatan belajar mengajar (KBM) di tengah kondisi gedung yang mengkhawatirkan. 

"Nah itu membahayakan sekali buat siswa-siswa kita. Di atas ini ada tiga ruang berarti tiga kelas, Kelas 9.1, 9.2, dan 9.3. Sudah pertengahan November awalnya orang tua datang ke sini khawatir anaknya," kata Aep di lokasi, Kota Tangsel, Kamis (30/12/2021).

"Karena kami tidak punya ruangan lain tetap masih kita paksaan awal-awalnya. Tetapi karena kondisinya lebih parah, akhirnya ya kami tutup untuk tidak digunakan ruang belajar ada satu kelas belajar di Lab IPA, satu kelas di Lab Komputer dan satu kelas di ruang terbuka atau Aula," sambungnya. 

Aep menuturkan kerusakan yang terjadi pada ketiga atap ruang Kelas IX itu bukan tanpa sebab. 

Baca juga: Cara Cek Penerima BSU Rp1 Juta Lewat bsu.kemnaker.go.id atau WhatsApp dan Cara Pencairannya

Baca juga: Kisah Keluarga Komplotan Copet Asal Jakarta Beraksi di Sirkuit Mandalika, Ayah, Ibu, Anak, Tersangka

Menurutnya kerusakan parah itu diakibatkan bangunan yang telah rapuh termakan usia. 

Ditambah, tak ada renovasi yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel terkait rapuhnya bangunan tersebut. 

"Ini ruangan di atas dan ruangan di bawah ini adalah ruangan yang didirikan dibangun tahun 1992. Sekian lama tersebut belum ada perbaikan terutama di bagian atap itu menggunakan atap genteng yang sudah tidak layak," pungkasnya. (m23) 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved