Virus Corona

Data Pebanding Covid-19 Varian Delta dan Omicron, Dinkes Kota Tangsel: Angka Kematian Menurun

Kadinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar meminta masyarakat agar tak panik di tengah lonjakan kasus infeksi covid-19 yang kembali masif.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Hertanto Soebijoto
Tribun Tangerang/Rizki Amana
Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar saat ditemui di kantornya kawasan Serpong pada Senin (14/2/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Kota Tangsel), Allin Hendalin Mahdaniar meminta masyarakat agar tak panik di tengah lonjakan kasus infeksi covid-19 yang kembali masif pada awal Tahun 2022 ini. 

Sebab, data menunjukkan keterisian tempat tidur bagi pasien infeksi covid-19 tak terlalu mengkhawatirkan seperti saat gelombang varian delta yang menghantam wilayah Kota Tangsel pada tahun lalu. 

"Bila dibandingkan keterisian tempat tidur yang dirawat tentunya sangat jauh sekali pada saat kita ada di puncak gelombang kedua itu keterisian tempat tidur di rumah sakit baik tempat tidur isolasi atau tempat tidur ICU bisa mencapai 100 persen dengan gejala sedang bahkan banyak yang beratnya," ungkap Allin saat ditemui di kantornya kawasan Serpong, Kota Tangsel, Selasa (15/2/2022).

"Tetapi melihat keterisian tempat tidur saat ini walaupun kita telah terisi 52,4 persen untuk tempat tidur isolasi dan 30,7 persen untuk ICU dan semuanya terkendali," sambungnya. 

Selain angka keterisian yang menurun, angka kematian pada gelombang covid-19 varian omicron ini juga terbilang menurun. 

Pasalnya, saat gelombang varian delta tercatat puluhan penderita tak dapat tertolong nyawanya akibat serangan infeksi covid-19.

Baca juga: Omicron Merebak, Sektor Properti Masih jadi Investasi Unggulan

Baca juga: Puncak Kasus Omicron Belum Lewat, Kemenkes Perluas Layanan Telemedisin

Sedangkan, kata Allin pada varian omicron angka kematian menurun drastis jika dibandingkan pada gelombang varian delta. 

"Untuk angka kematian juga sangat jauh sekali. Bila kita melihat mungkin dulu pada saat gelombang kedua delta kematian karena covid-19 ini itu per harinya bisa 50 sampai 60 orang. Tetapi saat ini kasus kematian yang tercatat dari Januari (2022) sampai Februari tanggal 14 ini di Tangerang Selatan itu yang sudah terverifikasi ada 7 orang. Turun mungkin 10 kali lipatnya dari yang dulu varian delta," katanya. 

Selain itu, Allin juga memastikan pihaknya terus mengantisipasi ledakan kasus pada gelombang infeksi covid-19 varian omicron ini. 

Menurutnya langkah persiapan telah dilakukan pihaknya dengan mengoptimalisasikan operasional pelayanan fasilitas kesehatan (faskes) di tengah lonjakan kasus infeksi covid-19 saat ini. 

Baca juga: Ini Beberapa Gejala Covid-19 Varian Omicron yang Perlu Dikenali dan Diwaspadai

"Khusus covid ini yang pertama untuk faskes kita optimalisasi untuk RS menambah terus tempat tidur isolasinya dan juga ICU nya seperti saat dulu kita terjadi gelombang 2, kita maksimalkan. Juga untuk isolasi terpusat kita juga terus menambah tempat tidur dan sekarang kita manfaatkan Gedung RS Pondok Aren untuk menambah kapasitas isolasi terpusat untuk mem-backup RLC," ungkap Allin. 

Kendati kondisi perbandingan yang membaik saat ini, Allin meminta masyarakat tak acuh untuk tetap menerapkan pola hidup sehat. 

Hal itu guna menghindari adanya lonjakan penularan pada setiap individu di Kota Tangsel. 

Baca juga: Pentingnya Daya Tahan Tubuh di Tengah Meroketnya Kasus Omicron

"Untuk saat ini kita tidak usah mempermaslahakan ini varian apa, tetapi yang pasti ini adalah covid-19 yang tentunya pertama kita tetap menjaga protokol kesehatan 5M, dan menjaga kesehatan tubuh kita supaya imunitas kita tetap tinggi, kemudian juga mengurangi mobilitas," pungkasnya. (riz

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved