Sebanyak 46 Korban Terorisme di Jakarta Mendapat Kompensasi Total Rp 7,4 Miliar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan penyerahan kompensasi sebesar Rp 7,4 miliar untuk 46 korban terorisme di Jakarta.

istimewa/PPID DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan penyerahan kompensasi sebesar Rp 7,4 miliar untuk 46 korban terorisme di Jakarta. Duit yang berasal dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu diserahkan secara simbolis di Balai Kota DKI pada Selasa (22/2/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan penyerahan kompensasi sebesar Rp 7,4 miliar untuk 46 korban terorisme di Jakarta.

Duit yang berasal dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu diserahkan secara simbolis di Balai Kota DKI pada Selasa (22/2/2022).

Anies mengatakan, sebesar apapun jumlah kompensasi tersebut, tidak mungkin pernah bisa mengganti rasa duka kehilangan yang dihadapi oleh para korban.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah solidaritas sehingga DKI Jakarta ikut terlibat langsung dalam mendukung upaya dari LPSK ini.

Baca juga: Desak Pemerintah Beri Kompensasi Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Komnas HAM: Tak Cukup Uang Duka

“Sebagai contoh di Jakarta, siapapun yang mengalami kekerasan apapun, maka kita akan tangani 100 persen, kita biayai tanpa kita tanya status KTP, yang penting mereka warga Indonesia dan berada di Jakarta,” kata Anies berdasarkan keterangannya dari PPID DKI Jakarta pada Rabu (23/2/2022). 

“Jika mengalami kekerasan, maka kami akan turun dengan penuh tanggung jawab,” lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini.

Di samping itu, Anies menyatakan komitmennya dalam melindungi warga di Jakarta agar  mendapatkan perlindungan oleh negara.

Melalui LPSK ini wujud ikhtiar bersama untuk mencegah munculnya peristiwa-peristiwa yang merugikan masyarakat banyak.

Baca juga: Dua Bocah Curi Sepeda Motor, Jual ke Penadah yang Diduga Terlibat Jaringan Teroris

“Kami ingin menyampaikan salam kepada keluarga yang tidak bisa hadir di sini. Kami di DKI menyatakan dukungan dan semoga kita bisa bangkit bersama-sama, karena negara hadir untuk memberikan perlindungan kepada seluruh warganya,” ujar Anies.

Perlu diketahui, total jumlah kompensasi yang diserahkan kepada 46 korban yaitu senilai Rp 7,43 miliar.

Adapun ke-46 penerima itu merupakan korban langsung maupun ahli waris korban meninggal dunia, terdiri dari sembilan ahli waris korban meninggal dunia, 11 korban luka berat, 23 korban luka sedang, dan tiga korban luka ringan.

Mereka merupakan korban dari peristiwa terorisme Bom Bali I dan Bom Bali II, peristiwa terorisme di Kedubes Australia, peristiwa terorisme di Gebang Rejo Poso, peristiwa bom Kampung Melayu, peristiwa bom JW Marriot, peristiwa penyerangan dengan senjata tajam di Masjid Falatehan, peristiwa penembakan anggota Polri Lawanga Poso, peristiwa bom Thamrin, peristiwa baku tembak kelompok Noordin M. Top di Surakarta, peristiwa terorisme di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo, dan peristiwa bom buku Utan Kayu.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan Penandatanganan Nota Kesekapatan dengan LPSK dengan nomor 30 tahun 2021 dan nomor NK-009/1.3.4.HMKS/LPSK/ 12/2021 tanggal 10 Desember 2021 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Tujuan dari kesepakatan itu adalah terwujudnya mekanisme dan tata cara kerja sama dalam upaya pemberian layanan pemenuhan hak saksi dan korban; tersedianya sumber daya manusia, sarana, dan prasarana untuk meningkatkan layanan efektifitas pemenuhan hak Saksi dan Korban; dan terwujudnya peningkatan layanan perlindungan saksi dan korban. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved