Dianggap Bikin Gaduh Soal Toa Masjid, Sebaiknya Menag Urusi yang Substansi Misalnya Haji

Dianggap Bikin Gaduh Soal Toa Masjid, Sebaiknya Menag Urusi yang Substansi Misalnya Haji. Pastikan calon jamaah haji Indonesia bisa kembali berangkat

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang seolah membandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing membuat gaduh banyak pihak, terutama umat Islam. 

Sebagai pejabat publik di tingkat nasional, Yaqut seharusnya menjaga etika dalam berbicara dan belajar lagi untuk menganalogikan dengan benar. 

Ketua Fraksi PKB-PPP DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas mengatakan, analogi yang disampaikan Yaqut telah menyinggung perasaan umat Islam.

Jika ingin memberikan contoh hendaknya dengan sesuatu yang baik, sehingga pernyataannya tidak melukai hati masyarakat muslim.

Baca juga: Polemik Pengeras Suara Masjid, MUI Minta Kepada Menteri Agama untuk Lakukan Ini

“Cara menyampaikan ke masyarakat itu pak Menteri harus belajar menganalogikan yang benar. Jangan sembarang omong, dan jangan ditambah hal-hal yang bikin gaduh. Walaupun (saya) orang PKB tetap mengkritik beliau,” kata Hasbiallah pada Sabtu (26/2/2022).

Menurutnya, dibanding mengurusi persoalan alat pengeras suara atau Toa, sebaiknya Yaqut fokus menangani persoalan kementerian yang lebih substansi.

Contohnya memastikan apakah calon jamaah haji Indonesia bisa kembali berangkat ke Tanah Suci Makkah setelah dua tahun ditunda akibat pandemi Covid-19, atau tidak.

Jikapun bisa, kata dia, Kemenag juga harus menjelaskan apakah kuota yang diberangkatkan nanti bakal ditambah atau sama seperti sebelumnya.

Baca juga: Nasihat Penghulu Ini kepada Mempelai Pria Viral di Medsos, Menteri Agama Bilang Sungguh Indah

“Sudah dua tahun ada antrean panjan (calon jamaah haji). Fokuskan di situ yang memang masyarakat langsung merasakan dampak manfaatnya,” ujarnya.

Hasbiallah mengatakan, sekelas Menag harusnya tidak perlu mengurus persoalan Toa masjid. Sebab ada hal yang lebih penting berkaitan dengan keumatan yang harus dikerjakan Kementerian Agama.

“Jangan berbicara yang bikin kontroversi di kalangan masyarakat, bikin masyarakat jadi gaduh. Menteri itu harusnya bikin ketenangan, bukan bikin kegaduhan,” ujarnya yang juga menjadi anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini.

“Jangan bikin kegaduhan di kalangan masyarakat, mereka ini kasihan sudah pusing jangan ditambah hall-hal seperti ini,” lanjutnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved