Perang Ukraina Rusia

Militer Ukraina Klaim Keberhasilan Menghalau Serangan Rusia

Militer Ukraina mengklaim berhasil menghalau beberapa serangan Rusia. Tentara Ukraina juga berhasil mengusir pasukan Rusia di dekat pusat kota

Editor: Ign Prayoga
Matt Dunham/Pool/AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Militer Ukraina mengklaim berhasil menghalau beberapa serangan Rusia. Hal ini mereka ungkap lewat sebuah pernyataan di akun Facebook pada Sabtu (26/2/2022).

Bahkan, salah satu unit tentara Ukraina berhasil mengusir unit pasukan Rusia yang bermarkas di dekat sebuah jalan besar dan leluasa bergerak ke berbagai arah.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengingatkan warga dan militer Ukraina untuk bersiap-siap mempertahankan Kiev, ibu kota Ukraina, dari serbuan tentara Rusia.

Tak lama sesudah peringatan itu diserukan, ada laporan tentang ledakan di Kiev serta pertempuran sengit di sekitar Ukraina.

Baca juga: Polisi akan Panggil Kemenkes Terkait Terkoneksinya Hasil Swab Antigen Palsu ke PeduliLindungi

Ledakan besar terdengar di pusat kota dan beberapa ledakan dilaporkan terjadi di wilayah Troieshchyna.

Serangan artileri di Kiev cukup keras sehingga terdengar berkilometer-kilometer jauhnya dari pusat kota.

Media Kiev Independent menyatakan, lebih dari 50 ledakan dan tembakan senapan mesin berat telah dilaporkan di dekat kebun binatang kota dan di daerah Shuliavka.

Pertempuran juga berlangsung di dekat pembangkit listrik distrik Troieschyna. Menurut Badan Keamanan Ukraina serangan itu bisa jadi merupakan upaya untuk memadamkan listrik di kota tersebut.

Baca juga: Tidak Perlu Jauh-jauh ke Luar Negeri, Oktober 2022 Pemkot Jakarta Timur akan Panen Raya Anggur

Puing-puing kendaraan dan kebakaran ditemukan di Peremohy Avenue Kiev.

Pertempuran sengit juga dilaporkan terjadi di dekat lapangan udara di Vasylkiv, yang diduga akan digunakan oleh pasukan terjun payung Rusia sebagai batu loncatan untuk serangan terhadap Kiev.

Sebelumnya, saat kendaraan-kendaraan lapis baja memasuki ibu kota, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membakar semangat rakyatnya. "Malam ini akan sangat, tetapi pagi akan tiba. Malam ini pihak musuh akan menggunakan segala cara untuk mendobrak perlawanan kita. Malam ini mereka akan melancarkan serbuan," katanya.

Baca juga: Belum Satu Bulan Menjalin Hubungan Asmara, Sule Sudah Izinkan Rizky Febian Nikahi Mahalini Raharja

"Malam ini kita harus teguh. Nasib Ukraina ditentukan saat ini. Kita tidak bisa kehilangan ibu kota. Tujuan kita adalah menyelesaikan pertumpahan darah ini," kata Zelensky.

Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan 18.000 senjata mesin telah dibagikan kepada relawan untuk mempertahankan ibu kota. Pemerintah juga menyerukan agar warga membuat bom molotov.

Sementara Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukan mereka mengambil alih landasan udara penting, Hostomel, di dekat Kiev.

Rusia juga menguasai kompleks pembangkit tenaga nuklir Chernobyl, tempat terjadinya bencana nuklir terparah dunia pada 1986. Kawasan ini masih bahaya radioaktif dan menimbulkan kekhawatiran dari pengawas nuklir internasional.

Baca juga: Sempat Dikira Kabur Saat Negaranya Diserang Rusia, Juara Tinju Ini Ajak Warga Ukraina Bersatu

Kantor Hak Asasi Manusia PBB sebelumnya mengatakan mereka memiliki laporan setidaknya terdapat 127 korban sipil di Ukraina, 25 di antaranya meninggal, 102 terluka karena "pengeboman dan serangan udara." Juru bicara kantor HAM menyebut angka korban bisa lebih tinggi. Ukraina mengatakan setidaknya 33 lokasi warga sipil menjadi sasaran.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan 450 personel Rusia tewas. Warga berlindung di stasiun kereta bawah tanah. (*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved