Pendidikan

Pengumuman Kemendikbudristek Soal Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah selama PPKM Level 2

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan PTM masih dilaksanakan 50 persen.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Murid-murid SMAN 1 Kota Tangerang melakukan PTM di sekolah, Rabu (9/3/2022). Pemerintah menetapkan PTM terbatas di masing-masing sekolah hanya 50 persen dari kapasitas ruang kelas saat diterapkan PPKM level 2. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Banyak wilayah di Indonesia sudah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, seperti Tangerang Raya dan DKI Jakarta.

Saat PPKM Level 2 ini, wilayah-wilayah tersebut sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan PTM masih dilaksanakan 50 persen alias terbatas.

Aturan tersebut  berlaku untuk seluruh daerah di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti Sutar mengatakan, dinas pendidikan di setiap daerah dan sekolah dapat mengikuti panduan SKB Empat Menteri terakhir.

Aturan yang berlaku saat ini sifatnya dinamis disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

“Silakan dicermati kembali poin-poin yang diatur di SKB Empat Menteri. Tentunya pemahaman dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci suksesnya PTM terbatas yang aman dan nyaman,” kata Suharti seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (12/3/2022).

Baca juga: Pemkab Tangerang Terapkan PPKM Level 2 dan Protokol Kesehatan Ketat saat Kasus Covid-19 Menurun

Baca juga: Resepsi Pernikahan saat PPKM Level 2 Diperbolehkan, Tamu Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas Ruangan

Suharti mengatakan, mengacu Surat Edaran (SE) Mendikbudristek Nomor 2 tahun 2022, PTM terbatas pada wilayah PPKM level 2 dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas.

Pelaksanaan PTM terbatas pada satuan pendidikan yang berada di daerah dengan PPKM level 1, 3, dan 4 tetap mengikuti ketentuan SKB Empat Menteri.

“Selain itu, berdasarkan SE Mendikbudristek Nomor 2 tahun 2022, kini orangtua atau wali peserta didik kembali diberikan pilihan untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ujarnya.

Suharti menambahkan, proses asesmen dalam pelaksanaan ujian sekolah dapat dilaksanakan dengan ragam metode.

Menurut dia, asesmen tidak hanya dilakukan melalui tes tertulis, tetapi beragam bentuk seperti tugas dan lainnya.

Hal itu dilakukan, kata Suharti, untuk menanggapi aspirasi masyarakat di beberapa daerah agar pelaksanaan ujian sekolah dilaksanakan secara daring.

Baca juga: Ahmad Riza Patria Berharap Kapasitas PTM Kembali 100 Persen saat PPKM Level 2

Baca juga: PPKM Level 3 Diperpanjang, Pembelajaran Jarak Jauh hingga Akhir Februari

"Bisa dilakukan secara luring ataupun daring jika masih belum bisa melaksanakan PTM terbatas,” ujarnya.

Suharti menjelaskan, ujian sekolah bertujuan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara utuh.

Oleh karena itu, asesmen hasil belajar siswa ini menjadi kewenangan dari masing-masing sekolah.

“Hanya para gurulah yang bisa mengetahui proses belajar muridnya, serta bisa menilai mereka secara utuh menggunakan beragam jenis atau bentuk asesmen,” ucap mantan Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Penduduk dan Permukiman DKI Jakarta ini. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved