Edukasi

Financial Planner: Berasuransi Adalah Bagian dari Managemen Risiko, Bukan Tabungan

Dari periode Maret 2020 hingga Desember 2021 industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim terkait Covid-19 sebesar Rp8,82 triliun

istimewa
Dari periode Maret 2020 hingga Desember 2021 industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim terkait Covid-19 sebesar Rp8,82 triliun 

Bonita Larope, praktisi dan certified Financial planner mengatakan, masih banyak masyarakat kita yang belum memikirkan tentang perlunya proteksi.

Hal ini dikarenakan mereka mengira bahwa orang lain bisa terkena penyakit kronis, kecelakaan, kebakaran, dan  lainnya, tetapi dirinya tidak, dengan alasan masih muda, sehat, rajin berolah raga, hati-hati.

Dia menganalogikan, seharusnya mengasuransikan kendaraan sebelum terjadinya kecelakaan, sebelum dicuri. Dan mengasuransikan rumah sebelum terjadinya kebakaran, mengasuransikan diri sebelum dirawat di rumah sakit atau terkena penyakit kronis.

“Apabila kita peduli terhadap keluarga dan orang yang kita kasihi maka kita akan memutuskan untuk memiliki proteksi dari sekarang. Jangan biarkan keluarga terhantam bencana keuangan dikarenakan harus menanggung biaya yang tidak hanya sebesar harta kita, bahkan bisa jadi lebih besar dari nilai harta yang dimiliki,” papar Bonita.

Baca juga: Dari Survei, 93 Persen Responden Mencari Camilan untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Pengalaman menggunakan asuransi diungkapkan oleh Nila dari Jakarta, bahwa klaim asuransi suaminya langsung cair ketika suaminya meninggal dunia.

Begitu pula premi asuransi kesehatan miliknya dan anak-anaknya dibebaskan.

“Dengan memiliki asuransi kesehatan yang di dalamnya terdapat program unit link sungguh sangat membantu. Kami tidak hanya mendapat manfaat proteksi tapi juga manfaat investasi,” ujar Nila.

Pengalaman serupa juga diungkapkan oleh Marceline Yolanda Widjaya dari Jakarta.

Baca juga: Psikolog Bilang ada Empat Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental Bidan di Masa Pandemi

Ketika suaminya terdiagnosa kanker dan harus melakukan terapi di Singapura dengan biaya yang sangat mahal. Beruntung memiliki proteksi penyakit kritis, perusahaan asuransi memberikan santunan klaim sebesar Rp 1 miliar yang cair pada saat itu untuk biaya pengobatan.

Dan Ketika meninggal dunia, kembali menerima klaim senilai Rp1 miliar. Begitu pula polis asuransi miliknya dan anak-anaknya mendapatkan pembebasan premi.

“Saya sangat bersyukur mengenal agen yang profesional yang menawarkan produk yang sesuai kebutuhan dan membantu pengurusan semua klaim,” tutur Marceline.

Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) terus mendorong kompetensi dan profesionalisme agen asuransi sehingga pesan penting tentang asuransi sebagai proteksi finansial masa datang dapat tersosialisasikan dan diterima dengan baik di masyarakat.

Baca juga: Pemkab Tangerang Terapkan PPKM Level 2 dan Protokol Kesehatan Ketat saat Kasus Covid-19 Menurun

Untuk tujuan ini, PAAI akan selalu hadir sebagai wadah para agen untuk lebih profesional dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

Founder PAAI, Wong Sandy Surya mengatakan, sejak berdiri di tahun 2016, PAAI yang memasuki tahun ke 6 akan terus menggelar berbagai program dalam mencerdaskan para agen asuransi untuk lebih profesional. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved