Pemilu

Partai Golkar Sosialisasikan Airlangga Sebagai Capres RI, Ahmed Zaki Calon Gubernur DKI Jakarta

Golkar DKI Panaskan Mesin untuk Galang Kekuatan Pemilu 2024, sudah 20 tahun tidak bisa menempatkan kader terbaiknya sebagai Presiden RI

Tribun Tangerang/Fitriyandi Al fajri
Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco saat paparan di DPD Golkar DKI 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - DPD Golkar DKI Jakarta mulai memanaskan mesin politik untuk menggalang kekuatan menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

Sebanyak 225 fungsionaris diberikan tugas untuk mensosialisasikan calon Presiden RI Airlangga Hartarto dan calon Gubernur DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar kepada masyarakat.

Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco mengatakan, fungsionaris yang dipilih merupakan kader pilihan yang mendapat tugas untuk memperkuat suara Golkar dalam ajang Pileg, Pilpres dan Pilkada 2024.

Mereka direkrut dari berbagai macam lapisan masyarakat dan kader, serta pengurus partai dan organisasi masyarakat.

Baca juga: Anies-RK Kerap Digadang Maju Pilpres 2024, Pengamat : Sulit Selama Tak Punya Partai

“Mereka bekerja mensosialisasikan Partai Golkar, Capres Golkar dan Cagub DKI dari Partai Golkar dalam waktu enam bulan. Setelah itu akan dievaluasi lagi oleh partai,” kata Baco pada Minggu (20/3/2022).

Baco menyadari, untuk mendapat dukungan dari simpati masyarakat dalam jumlah yang besar tidaklah mudah.

Namun hal itu tetap bisa diupayakan dengan kerja keras yang dilakukan oleh pengurus, fungsionaris maupun kader partai.

“Kalau kami tidak bekerja keras dan solid, kemenangan tidak bisa kami raih. Untuk itu, kami paham harus bekerja keras lebih maksimal,” ujar Baco yang juga menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta ini.

Baca juga: Partai Golkar Optimis Bisa Rebut 16 Kursi DPRD DKI Jakarta di Pemilu 2024 Nanti

Menurutnya, para kader Golkar DKI Jakarta merindukan kemenangan dalam ajang Pemilu. Apalagi sudah 20 tahun lamanya, Golkar tidak mampu meraih kursi Presiden RI.

“Golkar tingkat nasional sudah hampir 20 tahun tidak bisa menempatkan kader terbaiknya sebagai Presiden Republik Indonesia. Begitupun di tingkat Provinsi DKI Jakarta, kami dari pemilu ke pemilu selanjutnya belum juga bisa menempatkan kader terbaik sebagai kepala daerah di Jakarta,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved